80 Warga Bogor Terjangkit Penyakit Chikungunya, Dinkes Ingatkan Soal Kebersihan Lingkungan

Dalam dua bulan terakhir, 80 warga Bogor terjangkit penyakit chikungunya yang dibawa nyamuk aedes aegypti.

80 Warga Bogor Terjangkit Penyakit Chikungunya, Dinkes Ingatkan Soal Kebersihan Lingkungan
KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSAN
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengambil sample darah penderita penyakit chikungunya, di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN BOGOR- Dalam dua bulan terakhir, 80 warga Bogor terjangkit penyakit chikungunya yang dibawa nyamuk aedes aegypti.

Para pasien penyakit chikungunya tersebar di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, ada penambah 50 orang yang terjangkit penyakit chikungunya selama Juni dan awal Juli ini.

"Sejak bulan Mei 30 orang, terus bulan Juni 33 ini nambah lagi 17 sekarang. Jadi, total yang terjangkit sebanyak 80 orang warga Bogor," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) pada Dinkes Kabupaten Bogor Agus Fauzi kepada Kompas.com, Selasa (9/7/2019).

Minimnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, dinilai menjadi penyebab merebaknya penyakit chikungunya.

Menurut Agus, pasien yang menderita chikungunya menampakkan gejala-gejala mirip demam berdarah dengan rata-rata usia penderita dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Kasus Korupsi Rahmat Yasin, Sejumlah Kepala Dinas di Pemkab Bogor Diperiksa KPK

Jemaah Haji Asal Bogor, Cianjur, Bandung, dan Bekasi, Berangkat ke Tanah Suci 7 Juli 2019

"Sejak bulan Mei itu laporan Puskesmas kalau ada keluhan warga seperti nyeri sendi, panas, mual dan hampir sama seperti DBD," ungkapnya.

Agus mengaku, perubahan iklim ditambah lagi lingkungan yang sangat kotor menjadi penyebab utama adanya penyakit tersebut.

Sebagai contoh di Desa Pasarean itu, ada sampah plastik, kaleng sehingga pada musim hujan banyak genangan air tempat nyamuk bersarang.

"Kalau kita lihat lingkungan dan perilaku masyarakat kita belum sehat, tempat sampah numpuk, tempat kaleng-kaleng bekas, ada juga sumber air mampet jadi ada genangan air tempat nyamuk bersarang," katanya.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved