Zonasi Bikin Sekolah Swasta Makin Tergerus

Sistem zonasi dalam PPDB membuat sekolah swasta di Jawa Barat dalam posisi sulit.

Zonasi Bikin Sekolah Swasta Makin Tergerus
TRIBUN JABAR / MUTIARA SUCI ERLANTI
Cov pendaftaran PPDB. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Forum Kepala SMA Swasta (FKSS JABAR), Ade Hendriana, mengakui sistem zonasi pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) ini membuat sekolah swasta makin tak berdaya.

Sistem tersebut dinilai akan mengambil calon peserta didik yang dekat dengan sekolah negeri.

Dia menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya berpihak kepada sekolah negeri tanpa ada niat bersinergi dengan sekolah swasta.

“Sekolah swasta sudah menyesuaikan dengan Permendikbud yang lama. Kini aturan diubah membuat sekolah swasta semakin tercekik,” kata Ade Hendriana melalui ponsel, Senin (8/7/2019).

Ade menilai secara aturan dan regulasi PPDB telah dipersiapkan dengan matang. Hanya saja, kata Ade Hendriana, khususnya sekolah negeri tinggal menjalankan regulasi PPDB tersebut secara konsisten.

Mengacu pada Pergub Nomor 16 tahun 2019 dan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB, berdasarkan perhitungan dengan ketentuan jumlah siswa yang masuk ke SMA Negeri di Jawa Barat hanya 34 persen.

Dari jumlah tersebut, katanya, lulusan SMP tersisa 66 persen adalah calon peserta didik SMA atau SMK swasta. "Ini tentunya menjadi indikator keberpihakan swasta," katanya.

Ade yang juga Kepala SMA Guna Dharma Kota Bandung ini mengatakan PPDB SMAN 2019 mengharuskan calon peserta didik memilih 3 pilihan sekolah yakni 2 dalam zonasi dan 1 di luar zonasi. Dengan itu pemprov dinilai tidak mempertimbangkan porsi untuk sekolah swasta.

"Beberapa sekolah swasta terpaksa tutup karena kalah bersaing. Sebenarnya sekolah swasta memiliki segmen pasar yang berbeda-beda,” ujarnya.

Sekolah swasta yang kurang diminati, katanya, bisa saja akhirnya tutup. Sebagai polemiknya, yang akan menerima adalah sekolah swasta favorit, sedangkan yang tidak diminati makin tergerus dengan sistem zonasi.

“Banyak orang tua yang memilih sekolah swasta yang diminati dan berprestasi. Sekolah swasta yang tidak diminati makin terpuruk,” katanya.

Ade mengatakan sekolah swasta akan berlomba-lomba menjaga kualitas lulusan. Apabila sekolah yang tidak diminati itu tidak membuat perubahan, keadaan makin membuat mereka tidak bertahan lama.

Ortu di Cimahi Waswas Tunggu Hasil PPDB SMP, Pengumuman Diundur Empat Jam

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved