Keren, Cerita Ray Martosono dan Karen Pooroe Perkenalkan Musik Daerah Maluku Hingga ke Belanda

Dalam rangka mengikuti Festival Kwaku Festival 2019 di Amsterdam, Belanda, yang akan diadakan pada 27 Juli 2019, Ray Martosono dan Karen Poore meluncu

Keren, Cerita Ray Martosono dan Karen Pooroe Perkenalkan Musik Daerah Maluku Hingga ke Belanda
Tribun Jabar/Putri Puspita
Ray Martosono dan Karen Pooroe meluncurkan album bertajuk "Next To The Past untuk ditampilkan di Kwaku Festival 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka mengikuti Festival Kwaku Festival 2019 di Amsterdam, Belanda, yang akan diadakan pada 27 Juli 2019, Ray Martosono dan Karen Pooroe meluncurkan album bertajuk "Next To The Past".

Ray Martosono atau dikenal dengan Ray-M merupakan musisi multi instrumentalis yang hingga sekarang memegang rekor MURI dengan memainkan alat musik terbanyak (18 alat musik).

Sedangkan Karen Pooroe merupakan finalis Indonesian Idol dan juga keponakan dari penyanyi Lita Zen yang berasal dari Maluku.

Album "Next To The Past" berisi enam track lagu berbahasa Maluku yang nantinya akan dibawakan di festival Kwaku. Festival ini diadakan dalam peringatan hari Maluku di Belanda.

Tak Banyak Tahu, Jokowi KW Ini Punya Bakat Jadi Musisi dan Cerita Keamanannya Terancam

Karen mengatakan keberadaan masyarakat Maluku di Belanda cukup banyak dan lewat festival ini, ia ingin menghibur masyarakat Maluku dengan penampilan lagu-lagu Maluku.

"Melalui lagu-lagu ini saya ingin memperkenalkan budaya dan lagu asli dari daerah Maluku. Di Belanda, banyak orang Maluku yang tidak bisa kembali pulang ke Indonesia. Saya ingin mengajak mereka kembali pulang ke 'rumah' lewat lagu-lagu yang saya bawakan," ujar Karen, Minggu (7/7/2019).

Enam lagu yang berada di album "Next To The Past" diambil dari nama pulau yang ada di Maluku, di antaranya Pulau Kisar Yotowawa, Borero, Tanat Sus Beb, Soino, Sulie, Medley Nusaniwe, Lembe-Lembe, dan Gepe-gepe.

Musik adalah bahasa universal yang bisa menyentuh hati para pendengarnya. Hal inilah yang membuat Karen ingin kembali melestarikan budaya Maluku supaya dikenal oleh orang Belanda.

"Saya bersama musisi lain sebenarnya sudah bergabung untuk memperkenalkan budaya Maluku lewat musik tetapi level kesadaran masyarakat Indonesia belum mau tahu. Jadi saya ambil cara lain dengan masuk jalur dunia dahulu supaya memiliki nilai lebih," ujar Karen.

Ray menjelaskan, album ini diberi nama "Next to The Past", karena dia bersama Karen yakin bahwa kenangan tidak dapat hilang dan malah akan selalu kembali muncul di waktu-waktu berikutnya.

Begitupun dengan lagu-lagu yang mengisi kenangan di kehidupan yang telah berlalu akan selalu menjadi kenangan yang akan mengisi di kehidupan selanjutnya.

"Saya sangat berterima kasih kepada beberapa pihak dari Belanda yang telah bersedia mengundang saya dan Karen untuk bisa tampil di banyak acara selama di Belanda, salah satunya di acara Kwaku Festival 2019 tersebut," ujar Ray.

Ray mengajak generasi muda untuk selalu mengingat dan menghormati para seniman musik atau musisi jaman dulu yang senantiasa menginspirasi khasanah kekayaan musik Indonesia dan dunia.

VIDEO Ngobrol Bareng Jokowi KW Yang Jago Di Bidang Musik, Asal Cicadas Bandung

Inspiratif, Perjalanan Pegiat Skena Underground Bangun Bisnis dari Merchandise Sampai Kopi

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved