PPDB SMP

Imbas Kebijakan Zonasi di Kota Tasikmalaya, SMP Negeri Kekurangan Siswa

Imbas kebijakan zonasi dalam PPDB di Kota Tasikmalaya. Beberapa SMP Negeri kekurangan siswa.

Imbas Kebijakan Zonasi di Kota Tasikmalaya, SMP Negeri Kekurangan Siswa
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Ilustrasi PPDB SMP. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kebijakan zonasi yang diterapkan di Kota Tasikmalaya menyebabkan SMP negeri yang ada di Kota Santri ini kekurangan siswa.

Dari kuota 6.864 siswa baru yang bisa ditampung di SMP negeri, pada kenyataannya hanya terserap 5.147 siswa baru.

Hal itu terjadi karena tidak meratanya keberadaan SMP negeri di setiap kecamatan yang ada di wilayah kota.

Akibatnya ada SMP negeri yang kebanjiran pendaftar, tapi di sisi lain ada juga yang kekurangan siswa.

Seperti di Kecamatan Mangkubumi dan Kawalu hanya ada dua SMP negeri, sementara di Kecamatan Tawang memiliki lima SMP negeri.

Namun karena kebijakan zonasi sudah digulirkan, kekurangan siswa di SMP negeri ini belum ada jalan keluar.

"Sistem zonasi sudah diterapkan. Kami tidak bisa memaksakan SMP negeri yang kekurangan siswa diisi oleh siswa baru yang domisilinya jauh," kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dadang Yudistira, Senin (8/7/2019).

Ia menambahkan, total peserta didik yang melanjutkan sekolah ke tingkat SMP sebanyak 12.473 anak.

Peserta didik yang diterima di sebanyak 21 SMP negeri yang ada di wilayah kota hanya 5.147 anak.

Padahal daya tampungnya mencapai 6.864 siswa sehingga terjadi kekurangan 1.617 siswa baru.

"Walau kondisinya seperti itu, saya harap para orangtua mau mengerti dan tidak memaksakan anak-anaknya bersekolah di negeri. Masih ada 52 SMP swasta yang siap menampung mereka," kata Dadang.

Pemerhati pemerintahan, Evi Hilman, mengaku prihatin SMP negeri kekurangan siswa hingga ribuan lantaran penerapan kebijalan zonasi.

Dia berharap kejadian itu menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat agar sistem zonasi lebih fleksibel.

"Sayang sekali kekosongan di SMP negeri mencapai 1.617 siswa. Ini seyogyanya menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menerapkan sistem zonasi," kata Evi. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved