Aktivis Lingkungan Sebut Ada Beberapa Kemungkinan Penyebab Air Sumur di Rancaekek Menghitam

"Tetapi,kampung tersebut berada di sekitar DAS Sungai Cikijing, yang sering dipakai sejumlah pengusaha untuk membuang limbahnya," kata Dadan melalui s

Aktivis Lingkungan Sebut Ada Beberapa Kemungkinan Penyebab Air Sumur di Rancaekek Menghitam
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kondisi air sumur yang berubah warna menjadi hitam sejak dua bulan terakhir. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan, menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan sebagian sumur di Kampung Babakan Jawa di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, berubah warna.

Beberapa kemungkinan di antaranya, pembuangan limbah industri ke saluran air, bocornya salurnya penampungan limbah, rembesan dari saluran selokan, dan perbedaan karakter sumur milik warga.

Dadan mengatakan, hingga adanya keluhan dari warga kampung tersebut, pihaknya belum bisa memastikan terkait penyebab pasti, karena belum adanya uji laboratorium dari pihak terkait.

"Tetapi,kampung tersebut berada di sekitar DAS Sungai Cikijing, yang sering dipakai sejumlah pengusaha untuk membuang limbahnya," kata Dadan melalui sambungan telepon, Selasa (8/7/2019).

DLH Kabupaten Bandung akan Investigasi Penyebab Air Sumur Menghitam di Rancaekek

Kepala DLH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, mengatakan bahwa pihaknya baru saja mendapat laporan tersebut dan akan langsung menurunkan petugas untuk mengetahui kejadian hitamnya warna air sumur milik warga.

"Supaya sesuai informasi, bakal dicek dalam waktu dekat," kata Asep melalui sambungan telepon, Selasa (8/7/2019).

Asep mengatakan, setelah petugas mengecek dan mengambil sampel air, pihakan akan mengetes di laboratorium.

Bila dalam hasil pemeriksaan, positif mengandung limbah, pihaknya akan mencari pabrik yang sengaja membuang limbah langsung ke saluran air.

"Sampai sekarang kami belum bisa memastikan," kata Asep.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved