Air Sumur di Rancaekek Menghitam, Walhi Sebut Sudah Terjadi Puluhan Tahun Tapi Belum Ada Solusi

Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan bahwa pencemaran tersebut bertepatan dengan berdiri kawasan zona industri di Jalan Raya Bandung-Garut d

Air Sumur di Rancaekek Menghitam, Walhi Sebut Sudah Terjadi Puluhan Tahun Tapi Belum Ada Solusi
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kondisi air sumur yang berubah warna menjadi hitam sejak dua bulan terakhir. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, menyebutkan permasalahan pencemaran limbah yang terjadi di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, terjadi lebih dari 25 tahun dan berbagai upaya pengentasan telah dilakukan.

Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan bahwa pencemaran tersebut bertepatan dengan berdiri kawasan zona industri di Jalan Raya Bandung-Garut di dua wilayah, yakni Kabupaten Sumedang dan Bandung.

"Sejak saat itu sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, namun tetap saja masih ada," kata Dadan melalui sambungan telepon, Selasa (8/7/2019).

Aktivis Lingkungan Sebut Ada Beberapa Kemungkinan Penyebab Air Sumur di Rancaekek Menghitam

Pada 2016, Walhi Jawa Barat pernah melakukan upaya gugatan hukum kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang, karena memberikan izin pembuangan limbah kepada perusahaan langsung ke anak Sungai Citarum, yakni Sungai Cikijing.

Beberapa perusahaan yang melakukan pencemaran di Sungai Cikijing, dalam gugatan tersebut di antaranya, PT Kahatex, PT Insan Sandang, dan PT Five Star.

"Kami rasa pemerintah tidak tegas menindak, padahal yang sama sekali tidak memiliki IPAL atau memiliki tetapi tak digunakan bisa diberi sanksi administrasi. Pemerintah baik dari Sumedang atau Bandung," kata Dadan.

Terkait program Citarum Harum, kata Dadan, masih belum signifikan menghentikan pembuangan limbah pabrik ke aliran sungai, meski beberapa kali pengecoran "saluran siluman" dilakukan oleh para Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum.

Dadan mengatakan, kalau pemerintah telah berkomitmen menjaga kondisi lingkungan di Kecamatan Rancaekek, hasil perbaikan sudah terasa dan warga tidak merasakan dampak limbah.

"Harusnya ada sanksi administrasi, pidana, upaya perbaikan lingkungan, atau ganti rugi oleh perusahaan untuk masyarakat," kata Dadan.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved