400 Smart Fishing Akan Dibagikan ke Nelayan Jawa Barat, Ini Syaratnya

Pemprov Jawa Barat akan bagikan 400 smart fishing akan dibagikan ke nelayan Jawa Barat.

400 Smart Fishing Akan Dibagikan ke Nelayan Jawa Barat, Ini Syaratnya
ahmad imam baehaqi/tribun jabar
Sejumlah perahu nelayan memenuhi muara sungai di Desa Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Senin (28/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat segera membagikan 400 alat smart fishing kepada nelayan di pantai utara dan selatan Jawa Barat.

Diharapkan, tangkapan ikan akan semakin meningkat dengan sentuhan digitalisasi di sektor kelautan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat Jafar Ismail mengatakan realisasi penyerahan alat smart fishing ini akan berlangsung selama 2019 ini.

"Kami menunggu di anggaran perubahan akan memberikan sebanyak 400 alat smart fishing insya Allah," ujar Jafar Ismail di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar, Kota Bandung, Senin (8/7/2019).

Menurut Jafar Ismail, sebelumnya pendekatan digital ini telah diterapkan pada 20 nelayan di kawasan pantai selatan dan hanya kapal-kapal kecil di bawah 30 Gross Tonnage (GT).

"Karena kalau kapal-kapal yang di atas 30 GT sudah memiliki sistem teknologi tersebut," ucapnya.

Smart fishing ini menggunakan teknologi satelit yang mempunyai daya scan, sehingga dapat mempermudah para nelayan mencari ikan secara detail dan akurat.

Adapun pendeteksian ikan dapat dilihat oleh para nelayan melalui layar monitor. Dalam hal pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

"Nantinya satu alat bisa dimanfaatkan oleh beberapa perahu. Perahu-perahu itu akan mengikuti satu perahu yang dipasang alat," katanya.

Dari 400 alat smart fishing tersebut akan diberikan pada nelayan di pantai selatan sebanyak 200 alat, sedangkan sisanya di pantai utara. Adapun syarat yang harus ditaati oleh para nelayan untuk mendapatkan aplikasi ini, Jafar menegaskan, para nelayan tidak boleh menggunakan alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan.

"Nelayan yang menerima aplikasi ini tidak boleh menggunakan alat yang dilarang oleh undang-undang," jelasnya.

Kendati demikian, dia tak menampik memiliki sejumlah kendala saat mengajak nelayan untuk berpindah haluan memaksimalkan digitalisasi. Mengingat kebanyakan nelayan masih berpikiran konservatif.

"Maka dari itu butuh sosialisasi yang masif untuk memberikan pemahaman kepada nelayan agar bisa mensukseskan program ini," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved