Sudah 2 Bulan Air Sumur Milik Warga di Rancaekek Berubah Warna Jadi Hitam

Selain berwarna hitam pekat, kondisi air di sumur-sumur warga itu pun mengeluarkan aroma tidak sedap serta kerap kali mengeluarkan busa

Sudah 2 Bulan Air Sumur Milik Warga di Rancaekek Berubah Warna Jadi Hitam
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kondisi air sumur yang berubah warna menjadi hitam sejak dua bulan terakhir. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kondisi air sumur yang berubah warna menjadi hitam sejak dua bulan terakhir.

Pantauan Tribun Jabar di lapangan, Minggu (7/7/2019), kondisi tersebut terjadi tepatnya di lingkungan rukun warga (RW) 12 dan sebanyak 5 rukun tetangga (RT) terdampak pencemaran dari Sungai Cikijing yang melintang di Kampung Babakan Jawa.

Selain berwarna hitam pekat, kondisi air di sumur-sumur warga itu pun mengeluarkan aroma tidak sedap serta kerap kali mengeluarkan busa, sehingga warga tidak berani menggunakan air tersebut.

Dedeh (49), warga RT 1/2 Kampung Babakan Jawa, mengatakan, sebelumnya kondisi air di sumurnya itu dalam kondisi jernih dan setiap harinya digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari minum, mencuci, masak, hingga mandi.

"Lihatnya saja sudah takut, apalagi digunakan. Bau airnya tercium sampai ke dalam rumah," kata Deden kepada Tribun Jabar di Kampung Babakan Jawa, Kabupaten Bandung, Minggu (7/7/2019).

Dedeh mengatakan, pada dua bulan lalu, perubahan kondisi air berubah secara berangsur, awalnya hanya mengalami perubahan keruh kecokelatan, namun saat ini menjadi warna hitam pekat dan berbau serupa lumpur selokan.

Bejat, 3 Remaja di Palembang Bantu Teman Cabuli Cewek 14 Tahun, Bawa ke Rumah Kosong dan Suruh Diam

Ia mengatakan, pekan lalu ia menguras sumur sedalam tiga meter tersebut dengan tujuan untuk menghilangkan air berwarna hitam itu, sayangnya beberapa jam kemudian air hitam kembali muncul memenuhi sebagian sumur.

"Malah yang sekarang lebih parah dari Minggu kemarin, dari jarak 30 meter sudah kecium. Dicoba disaring tetap saja," katanya.

Warga lainnya, Ai Taryati (55), mengatakan, akibat hal tersebut, sejak dua bulan terakhir ini ia terpaksa mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membeli air galon isi ulang untuk berbagai kebutuhan, dengan harga Rp 5 ribu setiap galonnya.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved