Dishub Pastikan, Adanya Trayek Baru Untuk Angkot Tak Akan Menyebabkan Kemacetan

Dishub Kota Cimahi memastikan adanya uji coba trayek baru untuk angkutan kota (angkot) tidak akan berpengaruh terhadap arus lalu lintas

Dishub Pastikan, Adanya Trayek Baru Untuk Angkot Tak Akan Menyebabkan Kemacetan
istimewa
Ilustrasi: Kegiatan Dishub Kota Cimahi terhadap angkot di Kota Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Perhubungan ( Dishub) Kota Cimahi memastikan adanya uji coba trayek baru untuk angkutan kota (angkot) tidak akan berpengaruh terhadap arus lalu lintas, khususnya kemacetan.

Hal tersebut karena, dalam uji coba ini Dishub tidak akan menambah jumlah angkot, tetapi menurunkan 15 unit angkot dari trayek lokal yang sudah ada di Kota Cimahi yakni trayek Cimindi-Pasar Antri, Cibeber-Pasar Antri via Contong, dan Cibeber-Pasar Antri via Leuwigajah.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, mengatakan, dengan mengambilnya unit angkot dari trayek yang sudah ada karena saat ini jumlahnya sudah overload atau melebihi kapasitas.

"Kalau overload berpengaruh terhadap kesejahteran driver, sehingga nanti sebagian dialihkan ke trayek yang baru. Jadi tidak ada penambahan angkot yang bisa menyebabkan kemacetan," ujarnya saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Minggu (7/7/2019).

Ada Trayek Angkot Baru di Cimahi, Catat Rute dan Tarifnya!

Angkot di Terminal Cimindi.
Angkot di Terminal Cimindi. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Menurutnya, rencana diadakannya trayek baru tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para sopir angkot, khususnya yang ada di tiga trayek Kota Cimahi.

"Jadi masyarakat jangan berpandangan ada penambahan angkot saat membuka trayek baru, kita hanya mengambil atau mendistribusikan angkot dari trayek yang sudah ada," katanya.

Jumlah angkot yang ada di tiga trayek saat ini, kata Ranto, jumlahnya mencapai 403 unit dan nantinya sebagian angkot akan dialihkan ke trayek baru tersebut.

"Jumlah angkot akan tetap sama, kita akan batasi jumlahnya di angka 403 unit," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved