Demi Melaju ke Asia Pasifik, 5 Sekolah dari Kota Bandung dan KBB Bersaing Bikin Produk Inovatif

Perwakilan siswa dari sejumlah sekolah tingkat menengah atas Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat beradu keterampilan di Atrium Braga City Walk

Demi Melaju ke Asia Pasifik, 5 Sekolah dari Kota Bandung dan KBB Bersaing Bikin Produk Inovatif
Tribun Jabar/Cipta Permana
Para siswa MAN 2 Kota Bandung menunjukan produk inovasi Wood-E yang akan dipresentasikan di hadapan para juri, dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2019 di Atrium Braga City Walk, Minggu (7/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perwakilan siswa dari sejumlah sekolah jenjang pendidikan menengah atas Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat beradu keterampilan mengelola usaha mikro berbasis sosial di Atrium Braga City Walk, Minggu (7/7/2019).

Dalam kompetisi keterampilan tingkat Jawa Barat ajang Regional Student Company Competition 2019, setiap peserta harus membuat sebuah produk inovasi unik kewirausahaan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Terdapat lima sekolah yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, yaitu SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Ngamprah, SMAN 10 Bandung, SMAN 11 Bandung, dan MAN 2 Bandung.

Persaingan ketat pun terjadi di antara lima sekolah itu, dimana mereka mempresentasikan keunggulan dari produknya masing-masing di hadapan tim juri yang merupakan para petinggi program Youth Sociopreneurship Initiative Citi Indonesia (Citi Bank), guna menjadi juara dan mendapat kesempatan dalam kompetisi serupa tingkat Asia Pasifik.

Gelar War No Sing Yes-2, Forum UKM Digital Kreatif Ajak Generasi Milenial Bersatu

Salah satu sekolah peserta kompetisi, MAN 2 Kota Bandung yang tergabung dalam kelompok student company (SC) membuat inovasi Wood-E. Produk berbahan dasar limbah kayu yang biasa difungskian untuk produk furnitur itu, di manfaatkan menjadi sebuah alat edukasi, bagi anak-anak usia dini.

Rubik ciptaan siswa ini memilik konsep dan cara yang menarik. Layaknya sebuah rubik, limbah kayu berbentuk dadu tersebut, dimainkan dengan cara diputar, dilipat, dan lainya sehingga menunjukan sebuah gambar berwarna-warni dengan tema yang berbeda di setiap sisinya.

Perwakilan SC Wood-E, Rizkia Syifa Nur Ramadhan mengatakan, terdapat 13 tema yang telah disiapkan untuk menghiasi setiap produknya, seperti angka dalam Bahasa romawi dan Arab, Alfabeth, huruf hijaiyah, rambu lalu lintas, hingga gerakan solat.

Menurutnya, mengikuti ajang kompetisi ini merupakan yang pertama bagi ia dan rekan-rekannya di MAN 2 Bandung. Meski demikian dukungan dari semua pihak, seperti kepala sekolah, guru, teman-teman dan keluarga sejauh ini menjadi motivasi bagi mereka untuk menunjukan yang terbaik, sehingga berkesempatan dipilih mewakili Bandung dalam kompetisi nasional menuju Asia Pasifik.

"Awalnya kita berpikir dan mencari produk unik dan memiliki nilai manfaat luas, sejak April 2019 kemarin, kemudian kami coba manfaatkan limbah untuk menjadi barang berguna dengan nilai edukasi yang mudah dimengerti anak-anak, khususnya di usia dini," ujarnya, saat ditemui di sela acara, Minggu (7/7/2019).

Ini 18 Sekolah di Indramayu yang Bakal Terdampak Apabila Terjadi Gempa Akibat Sesar Baribis

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved