ACT bersama Pakar Manajemen Bencana PBB Berikan Edukasi Mitigasi Bencana

Kondisi geografis menjadikan Indonesia sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah

ACT bersama Pakar Manajemen Bencana PBB Berikan Edukasi Mitigasi Bencana
ISTIMEWA
Dr. Puji Pujiono, MSW, seorang pakar manajemen bencana PBB 

Mereka akan mendapatkan fasilitas hidup yang lebih lengkap dibandingkan pedesaan. Namun, kewaspadaan akan risiko bencana terkadang masih diabaikan.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat dimanfaatkan untuk mengurangi dampak dari bencana alam serta bencana kemanusiaan yang mungkin saja terjadi setelahnya.

Penyebaran informasi yang cepat dan manusia yang saling terhubung dapat mencegah risiko bencana yang besar.

Puji menyebutkan, ke depannya dengan memanfaatkan teknologi, masyarakat dapat semakin mudah mengunduh sendiri informasi berkenaan dengan bencana.

Sejak Kecil, Sutopo Purwo Nugroho Punya Rasa Simpati dan Empati Terhadap Orang Sekitar

Mereka dapat memproses dan mengambil tindakan berdasarkan informasi yang didapat.

“Teknologi bakal menjadi penentu suksesnya pengurangan dampak bencana,” jelasnya.

Sejauh ini, di Indonesia, pemanfaatan teknologi di bidang kebencanaan sudah dilakukan. Walau belum maksimal, ini menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk hidup aman di tanah yang penuh ancaman bencana, seperti Indonesia.

Pemerintah sebagai pemilik tanggung jawab besar atas keselamatan masyarakatnya mutlak menghindari potensi terburuk dari bencana.

Puji menuturkan, kehadiran lembaga swadaya masyarakat yang melibatkan masyarakat sipil juga memiliki peran besar di tengah pemerintah yang tak mampu mengatasi dampak bencana secara menyeluruh.

“Saling bersinergi, memanfaatkan teknologi menjadi solusi terbaik antara pemerintah, LSM, serta masyarakat sipil. Mereka saling melengkapi dan bekerja sama untuk menyelamatkan sesama. Walau tak jarang, pemerintah dengan LSM tak satu pandangan dalam suatu hal, tak jadi masalah. Itulah seninya untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat,” ungkap Puji yang pernah bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa selama 25 tahun.

Petani di 4 Kampung Kabupaten Garut Tolak Bayar Pajak, Lahan Sawahnya Tercemar Limbah

Lihat Foto Sutopo Purwo Nugroho Sehari Sebelum Meninggal, Sang Ayah pun Menangis

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved