UNIK, Masjid di Baleendah Ini Berbentuk Kakbah, Ada Hajar Aswad Juga
Unik, bangunan masjid di Baleendah ini berbentuk Kakbah. Lengkap ada Hajar Aswadnya juga.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin
TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Dari masa ke masa seni arsitektur terus berkembang, tak terkecuali dengan seni arsitektur bangunan masjid. Banyak masjid yang dibangun dengan arsitektur tak biasa sehingga terlihat sangat indah dan megah.
Tidak hanya indah dan megah saja, banyak juga masjid di Indonesia yang dibangun dengan bentuk yang sangat unik. Salah satunya ada di Jalan H Mulya, RT 02/10, Kampung Kawungsari, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Adalah Masjid Al Majid yang dibangun menyerupai tempat suci umat Islam dari seluruh dunia yaitu Kakbah, yang terletak di Mekah, Arab Saudi. Sekilas masjid ini memang tampak mirip dengan bangunan asli Kakbah di Masjidil Haram.
Layaknya Kakbah, masjid ini berbentuk kubus besar dengan tembok yang dicat berwarna hitam menyerupai kiswah, kain hitam yang menyelimuti Kakbah. Di atas tembok berwarna hitam ini tampak hiasan kaligrafi yang berwarnakan tinta emas. Kaligrafi itu ada di setiap sisi masjid kecuali bagian belakang.
Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan kaligrafi seperti pada pintu Kakbah, tapi hanya berupa hiasan saja, tidak difungsikan sebagai pintu di Kakbah.
Agar tampak lebih mirip dengan bangunan aslinya, pada bagian sudut kiri pintu Kakbah, juga terdapat ornamen Hajar Aswad (batu hitam).
Masjid ini memiliki dua lantai, di mana lantai pertama diperuntukkan bagi jemaah pria dan lantai dua untuk jemaah perempuan. Terdapat tangga penghubung ke lantai dua di bagian belakang masjid, menyatu dengan tempat wudu dan toilet.
Pintu masuk masjid berada di bagian belakang dan di bagian samping kiri masjid, lengkap dengan tiga jendela yang berjejer di sampingnya.
Bagian dalam masjid belum terlalu banyak ornamen yang mencolok, hanya ada hiasan lafaz Allah dan Muhammad serta kaligrafi di bagian depan atas.
Terdapat lemari Alquran dan kitab-kitab di sudut depan kanan dan kiri, serta mimbar khutbah dan dudukan Alquran tempat mengaji atau berceramah di bagian tengah.

Yayan Badruzaman (38) pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Majid mengatakan masjid ini berukuran 7x8 meter persegi dengan ketinggian 7 meter.
Masjid ini mampu menampung hingga 150 jemaah karena dibangun dua lantai.
"Jadi masjid ini dibangun pertama kali pada tahun 80-an oleh kakek saya. Namun karena bangunannya sudah banyak yang rusak jadi direnovasi Februari kemarin, selesai sebelum Lebaran kemarin," ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (5/7/2019).
Menurutnya masjid tersebut merupakan peninggalan dari kakek buyutnya. Bangunan awal masjid tersebut merupakan sebuah tajuk sederhana yang dibangun di atas kolam ikan.
Dibangun dengan ukuran 3x3 meter persegi, dengan model bangunan panggung terbuat dari bahan bilik, kayu dan bambu.
"Dulu mah ini teh balong semua, jadi tajuk dibangun di atas balong. Di pinggirnya sawah-sawah, jadi tempat orang-orang salat kalau beres bekerja di sawah," ujarnya.
Seiring dengan pesatnya pembangunan di daerah tersebut, sekitar tahun 80-an bangunan tajuk diganti menjadi bangunan masjid permanen yang sangat sederhana. Pada Februari lalu bangunan masjid lama direnovasi menjadi masjid berbentuk Kakbah.
"Kenapa harus Kakbah? karena kami (sekeluarga) selalu merindukan Kakbah," ujarnya singkat.
Yayan mengaku, dia dan keluarganya sudah beberapa kali menunaikan ibadah haji ke Mekah, sehingga ia terinspirasi dari bangunan Kakbah.
"Jadi kami selalu berdoa agar bisa kembali ke Mekah. Bisa dipanggil kembali ke rumah Allah untuk beribadah dan Alhamdulillah," katanya.

Alasan lainnya karena lahan wakaf dari kakek buyutnya tersebut sangat sempit sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun lebih luas lagi dengan teras dan halaman masjid pada umumnya.
Ditambahkan Yayan pembangunan masjid tersebut belum selesai 100 persen. Menurutnya masih ada beberapa ornamen yang harus ditambahkan, seperti beberapa kaligrafi di bagian dalam terutama di lantai dua masjid. Selain itu di bagian kaligrafi pintu Kakbah yang masih dalam pemesanan.
"Tinggal finishing saja, targetnya bulan ini bisa beres semua. Doakan saja mudah-mudahan lancar semuanya," katanya.
Yayan mengatakan biaya pembangunan masjid berbentuk Kakbah ini juga tidaklah sedikit. Biaya pembangunan masjid mencapai angka Rp 700 juta, yang berasal dari uang kas masjid, sumbangan, dan lain sebagainya.
• VIDEO Uniknya Masjid Al Imtizaj Perpaduan Kultur Islam dan Tionghoa
• Foto-foto Megahnya Masjid Al Jabbar di Gedebage, Ada Kubah Dilapisi Kaca Warna-warni