Sumber Air PDAM Tirta Raharja Menyusut, Pasokan Air Dipastikan Tetap Aman

Sumber air PDAM Tirta Raharja mulai menyusut. Namun mereka memastikan pasokan air dipastikan tetap aman.

Sumber Air PDAM Tirta Raharja Menyusut, Pasokan Air Dipastikan Tetap Aman
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati, mengecek tangki air di Kota Cimahi, Selasa (7/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja dari Sungai Cijanggel, Kabupaten Bandung Barat akibat musim kemarau tahun ini sudah mulai mengalami penyusutan atau debitnya mulai berkurang.

Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati, mengatakan, penyusutan sumber air baku tersebut pada tahun ini sudah terjadi sejak Juni 2019 atau maju sekitar dua bulan jika dibandingkan tahun lalu.

"Penyusutan (sumber air baku) tahun ini terjadi lebih awal, biasanya pada tahun lalu, penyusutannya terjadi pada bulan Agustus," ujarnya saat ditemui di Kantor PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jumat (5/7/2019).

Ia mengatakan, air baku sebelum memasuki musim kemarau biasanya memasok PDAM Tirta Raharja dengan debit air mencapai 166 liter per detik, sedangkan untuk saat ini menurun menjadi 80 liter per detik.

Kendati demikian, pihaknya memastikan pasokan air untuk kebutuhan konsumen di tiga wilayah yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan tetap tersedia dan akan tetap terpenuhi.

"Saat memasuki kemarau wilayah yang terdampak memang akan banyak, tapi kami masih ada sumber air lainnya seperti sumur bor sehingga pasokan akan tetap aman," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan rekayasa jadwal distribusi air. Dalam rekayasa jadwal ini, kata dia, distribusi air akan dilakukan selang satu hari agar distribusinya tetap merata.

"Itu untuk antisipasi agar pasokan air tetap lancar dan kami juga akan melakukan mobilisasi tangki untuk wilayah yang kesulitan mendapat air akibat musim kemarau," kata Tati.

Namun dalam mobilisasi tanki air ini, katanya, PDAM tidak menerima permintaan perorangan, tapi harus dikoordinir oleh pihak RW yang akan melakukan permintaan minimal untuk 5 Kepala Keluarga (KK).

"Agar lebih cepat dan lebih efesian pihak RW harus menyiapkan penampungan agar drop air dari kami bisa lebih cepat dan supaya mereka lebih tertib," ucapnya.

Camat Diimbau Siap Siaga, Antisipasi Kekeringan dan Kebakaran Saat Musim Kemarau

Antisipasi Kekeringan di Jawa Barat, Ridwan Kamil Instruksi Ini kepada Bupati dan Wali Kota

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved