Pemkab Purwakarta Terapkan Aturan Dilarang Merokok di Kantor, Sanksinya Beli Alquran

Pemkab Purwakarta terapkan aturan dilarang merokok di kantor. Sanksinya beli Alquran sampai tak dapat promosi jabatan.

Pemkab Purwakarta Terapkan Aturan Dilarang Merokok di Kantor, Sanksinya Beli Alquran
Tribun Jabar/Haryanto
Peringatan dilarang merokok di kantor Kecamatan Darangdan, Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menerapkan aturan larangan merokok di lingkungan kantor dinas atau pemerintahan daerah.

Aturan itu diberlakukan bagi seluruh pegawai Pemkab Purwakarta, baik tercatat sebagai ASN atau pun bukan.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan aturan telah ditetapkan dengan nomor aturan 93 tahun 2019. Peraturan itu sudah disahkan.

"Regulasinya sudah ada, diperkuat dengan adanya Peraturan Bupati (Perbup), bahkan dari dulu juga sudah ada aturan larangan merokok," kata Anne Ratna Mustika saat ditemui di Komplek Pemda Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta, Jumat (5/7/2019).

Selain aspek kesehatan, faktor keasrian, polusi udara, dan kebersihan lingkungan kantor pun menjadi latar belakang aturan tersebut.

Bupati yang akrab disapa Ambu Anne itu mengatakan ada sanksi dari aturan yang terbilang saklek tersebut.

Selain dipanggil oleh pihak BPKSDM karena telah melanggar aturan, sanksinya pun diterapkan bertahap mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Ambu mengatakan bagi pegawai yang melanggar bisa diperintahkan untuk membeli sejumlah Alquran atau menahan promosi jabatannya.

Bahkan saat ketahuan menghisap rokok saat jam kerja dan di sekitar kantor, sanksi berupa pemotongan tunjangan pun akan dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Haryanto
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved