Terkecoh Informasi Tak Tepat, Orang Tua Siswa Ini Kesal Anaknya Tak Diterima di Sekolah Negeri

Ningsih mengaku merasa terkecoh saat hendak mendaftar ke SMA negeri karena sosialisasi yang sampai kepadanya zonasi diperluas hingga 8 km.

Terkecoh Informasi Tak Tepat, Orang Tua Siswa Ini Kesal Anaknya Tak Diterima di Sekolah Negeri
Tribun Jabar/ Hilda Rubiah
Setianingsih (44), saat ditemui Tribun Jabar di SMA Medina, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setianingsih (44), satu di antara orangtua siswa ini merasa gendok anaknya tak dapat diterima di sekolah negeri.

Saat ditemui Tribun Jabar, Ningsih, sapaan akrabnya, hendak pasrah mendaftarkan putranya ke SMK Swasta.

Putranya tak diterima di SMAN 22 Bandung melalui jalur zonasi lantaran tak memenuhi kriteria jarak yang ditentukan.

Sementara itu, beralamat di kawasan Gatot Subroto membuat dirinya sulit memilih jalur, lantaran tidak ada satupun sekolah negeri terdekat di kawasannya.

"Pastinya gendok, soalnya gak ada pilihan jalur yang berpotensi agar anak saya diterima," ujar Setianingsih (44), kepada Tribun Jabar saat ditemui di SMA Medina, Kamis (4/7/2019).

Ningsih mengaku merasa terkecoh saat hendak mendaftar ke SMA negeri karena sosialisasi yang sampai kepadanya zonasi diperluas hingga 8 km.

Oleh karena itu, memilih ke SMAN 22 Bandung karena sekolah dengan jarak terdekat dengan rumahnya berada di angka jarak tempuh 2 km.

Demikian, Ningsih mengaku optimis masuk dengan jarak 2 km dari rumah ke sekolah tersebut.

Namun ketika keluar hasil yang ia dapat, putranya justru tak diterima melalui jalur zonasi.

Halaman
12
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved