Seusai Pemilu 2019, Pangdam III/Siliwangi Kembali Gelar Silaturahmi untuk Citarum Harum

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersilaturahmi dengan insan media, penggiat dan pemerhati lingkungan peduli

Seusai Pemilu 2019, Pangdam III/Siliwangi Kembali Gelar Silaturahmi untuk Citarum Harum
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersilaturahmi dengan insan media, penggiat dan pemerhati lingkungan peduli Citarum di ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No 69 Kota Bandung, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersilaturahmi dengan insan media, penggiat dan pemerhati lingkungan peduli Sungai Citarum di ruang Siliwangi Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No 69, Kota Bandung, Kamis (4/7/2019).

Tujuan silaturahmi itu untuk menyamakan visi dan misi untuk penanganan Sungai Citarum pada program Citarum Harum.

"Beberapa waktu lalu kita jarang berkumpul, alasannya, karena kami ialah Militer yang netral jangankan untuk kumpul , untuk foto saja tidak berani karena begitu difoto kemudian di upload ke medsos bisa jadi masalah. Jadi setelah semua rangkaian Pemilu selesai, kita kembali berkumpul melanjutkan program Citarum Harum. Tapi, meskipun kita jarang bertemu, masing-masing Dansektor Citarum tetap bekerja untuk mewujudkan Citarum kembali harum," katanya.

Ia mempelajari program tersebut dari awal, berawal dari penggiat lingkungan kenapa sungai ini kotor. Kemudian ia menjelaskan penyusunan suatu rencana melalui istilah Pentahelik yang semua komponen masyarakat diikut sertakan untuk mendesain bagaimana Citarum ke depan.

Pangdam III/Siliwangi yakin bahwa masyarakat Jawa Barat memiliki satu misi untuk memajukan Jawa Barat, khususnya penangangan permasalahan Citarum. Ia meminta kepada Masyarakat Jawa Barat agar menjadikan Sungai Citarum menjadi beranda depan rumah.

Soal PPDB, Orangtua Siswa Datangi DPRD Kota Cimahi, Namun Anggota Dewannya Enggak Ada

"Artinya ketika kita bangun tidur, melihat sungai bersih. Rumah-rumah yang kemaren kita bongkar dijadikan ruang hijau, dan saya mendapat laporan setiap hari sabtu dan minggu digunakan oleh ibu-ibu untuk senam disitu, masyarakat aktif disitu dan ternyata sangat indah," kata Pangdam.

Mayjen TNI Tri Soewandono mengeluhkan bahwa masalah yang hingga saat ini belum terselesaikan ialah masalah sampah. Pesannya kepada seluruh Dansektor bahwa ada suatu hal yang bersifat dilematis.

"Satu sisi, jika sampah ini tidak dimasukkan ke dalam "incinerator" tentu akan menumpuk, jika dibakar pasti ada asap dan karbonnya tetapi apa boleh buat dari pada sampah menumpuk. Sampah yang ada mencapai 340 ribu ton perhari, masyarakat tidak punya pilihan dengan membuang sampah ke sungai, tapi sekarang sudah tidak," ujarnya.

Vizcarra Bisa Main saat Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya? Ini Kata Robert

Pangdam III/Siliwangi berharap, agar masyarakat mengubah pola pikir untuk pengangan sampah. Hal tersebut dinilainya tidak mudah, maka harus melibatkan para akademisi, para media untuk menyampaikan pesan sehingga masyarakat sadar tetapi juga harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved