Petani Kopi Garut Butuh Tambahan Modal dan Pelatihan, Banyak Petani Belum Tahu Cara Mengolah Kopi

Petani kopi di Kabupaten Garut masih membutuhkan tambahan modal dan pelatihan mengolah kopi.

Petani Kopi Garut Butuh Tambahan Modal dan Pelatihan, Banyak Petani Belum Tahu Cara Mengolah Kopi
ISTIMEWA
Perwakilan Perum Jamkrindo melakukan panen raya kopi di Desa Kramatwangi, Kecamatan Cisurupan, Garut, Kamis (4/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Petani kopi di Kabupaten Garut masih membutuhkan tambahan modal dan pelatihan mengolah kopi.

Ketua Kelompok Tani Laksana, Agus Wahidin, menyebut bahwa banyak kendala yang dirasakan petani.

Agus yang menanam kopi di kawasan Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug, mengaku bahwa para petani belum memahami cara mengolah kopi yang baik.

"Dari cara metiknya juga belum paham. Mereka juga tak tahu kualitas kopi yang bagus dan jelek. Makannya perlu pelatihan agar bisa lebih paham," ujar Agus usai pelatihan pengolahan kopi di Desa Kramatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kamis (4/7/2019).

VIDEO VIRAL, Menjadi Satu-satunya Penumpang Pesawat dari Kertajati ke Surabaya

Modal sangat diperlukan petani untuk membeli bahan baku, peralatan, dan membayar ongkos kerja.

Ia bersama kelompok taninya pun mendapat bantuan modal dari Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) melalui pinjaman kemitraan.

"Tentu sangat membantu para petani dalam memenuhi kebutuhan permodalan," katanya.

Selain mendapatkan pinjaman kemitraan, para petani juga mendapatkan pendampingan. Antara lain melalui pelatihan yang bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Dengan bantuan modal itu, Agus menargetkan bisa memproduksi 35 ton kopi. Meski hingga saat ini, produksi kopinya baru mencapai 15 ton.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved