Penjambret pada Seorang Ibu yang Gendong Bayi Sudah Ditangkap, Ini Kata Kapolres Jakarta Barat

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi memastikan pelaku penjambretan di Tanjung Duren, Jakarta Barat telah ditangkap.

facebook@yunirusmini
Aksi penjambretan di Tanjung Duren, Rabu (3/7/2019) terekam CCTV. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi memastikan pelaku penjambretan di Tanjung Duren, Jakarta Barat telah ditangkap.

"Dipastikan pelaku penjambretan di Tanjung Duren telah ditangkap kurang dari 1x 24 oleh team jatanras Polres Metro Jakarta Barat," kata Hengky kepada wartawan, seperti dilansir Kompas.com, Kamis (4/7/2019).

Hengky tak memberikan detail tentang penangkapan tersebut. Dia mengatakan pihaknya akan segera merilisnya.

"Segera akan dirilis di Mako Polres Metro Jakarta Barat," lanjut Hengky.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic hitam, terekam CCTV saat melakukan aksi pejambretan di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat pada Rabu (03/07/2019) sekitar pukul 07.00 pagi.

Aksi Penjambretan di Gang Sempit Terekam CCTV, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu

Dari rekaman CCTV, terlihat pria tersebut menarik perhiasan yang ada pada leher korban. Korban pada saat itu sedang menggendong bayi di depan rumah.

Akibat kejadian itu, selain perhiasan yang menempel di perempuan tersebut raib, dia dan bayi tersebut juga terjatuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditangkap, Penjambret Ibu yang Sedang Gendong Bayi di Tanjung Duren"

Diduga Pakai Pelat Nopol Palsu

Aksi penjambretan terekam CCTV atau kamera pengawas.

Aksi ini terjadi gang sempit di Tanjung Duren, Jakarta, Rabu (3/7/2019) kemarin.

Pihak kepolisian masih memburu pelaku penjambretan seorang nenek bernama Tjhay Moij (54) yang menggendong bayi di Tanjung Duren.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Rensa, menyebut pihaknya telah menelusuri nomor polisi roda dua. Namun diduga pelaku menggunakan pelat nomor polisi palsu saat melakukan aksinya.

"Karena setelah ditelusuri dan dicek dengan data, nomor kendaran yang digunakan pelaku tidak ada kecocokan," ujar Rensa saat dikonfirmasi, Kamis (4/7/2019).

Meski begitu, polisi terus berupaya mencari informasi lewat saksi-saksi serta rrkaman kamera Closed Circuit Television yang merekam kejadian 

"Untuk rekaman kamera CCTV masih terus kami dalami," tutur Rensa.

Sebelumnya, video mengenai penjambretan vital di akun media sosial instagram @warungjurnalis.

Saat kejadian, nenek, Tjhay Moij menggendong cucunya itu terbanting ke aspal lantaran dijambret oleh seorang pengendara sepeda motor. 

Saat kejadian korban memang tengah mengenakan kalung emas.

Karena kalung itu ditarik paksa pelaku, alhasil korban terjatuh bersama cucunya dan terbentur cukup kencang.   

Aksi penjambretan gagal di Purwakarta terekam CCTV

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan, kasus video yang viral yang terjadi di wilayah Purwakarta beberapa waktu terakhir bukanlah kasus pelecehan seksual.

Dia menegaskan bahwa kejadian yang terekam CCTV dan beredar di sosial media (sosmed) adalah kasus penjambretan.

Diketahui sebelumnya, pada video berdurasi asli 19 detik tersebut terlihat seorang wanita disentuh bagian dadanya oleh orang tidak dikenal di pinggir jalan.

Wanita berbaju putih pada video tampak sedang memarkirkan motor di depan sebuah rumah.

Beberapa saat setelah itu ada pria menggunakan motor dari arah berlawanan dan tiba-tiba terlihat memegang dada wanita tersebut.

"Setelah dilakukan pengecekan ke TKP, hasilnya bukan tindakan cabul tapi upaya penjambretan yang gagal," kata Handreas kepada Tribun Jabar saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (25/6/2019).

Kejadian itupun dibenarkan terjadi di Purwakarta, lebih tepatnya berada di Gang Melati, Nagrikaler, Purwakarta.

Dia menegaskan bahwa pelaku pria yang sebelumnya diduga penjahat kelamin itu ternyata mencoba mengambil kalung korban namun gagal.

Meski gagal menjambret, Handreas menyebut, pihaknya tetap berusaha mencari pelaku karena telah meresahkan masyarakat Purwakarta.

"Pelaku terancam pasal 363 KUHP tentang pasal pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara paling lama lima tahun," ucapnya.

Sebelumnya, aksi penjahat kelamin di Purwakarta terekam kamera pengawas atau CCTV.

Seorang pengendara motor dipegang alat kelaminnya oleh orang tak dikenal.

Dalam video yang viral di media sosial/medsos ini, kejadian disebutkan di sebuah perumahan di Purwakarta.

Awalnya, seorang perempuan pengendara motor ada di sebuah jalan yang sempit, diduga di dalam komplek perumahan.

Perempuan berbaju putih ini bersiap untuk memutar motor ke arah sebaliknya.

Dia lantas berhenti di sisi kanan jalan karena di depannya akan melintas sepeda motor matic berwarna merah yang dikendarai seorang pria berjaket hitam dan helm hitam juga.

Tiba-tiba, tangan kiri pengendara berjaket hitam ini 'nyelonong' ke arah dada perempuan bermotor tersebut.

Perempuan tersebut sontak kaget dan memegang dadanya itu.

Dia lantas berusaha mengejar, tapi karena motornya mengarah ke arah yang berlawanan, dia terlihat kesulitan.

Kejadian itu tak dilihat perempuan di sebelahnya yang sedang menyapu jalan.

Untungnya, kejadian itu terekam kamera pengawas atau CCTV.

Belum jelas apakah kejadian itu merupakan pelecehan seksual atau upaya penjambretan yang gagal.

Kepolisian juga belum dikonfirmasi terkait rekaman CCTV tersebut di atas.(*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved