Penetapan Caleg DPRD Terpilih di Kota Tasikmalaya Terancam Tertunda, Ini Alasannya

Pihaknya saat ini masih menunggu apakah gugatan tersebut masuk ke dalam buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) atau tidak.

Penetapan Caleg DPRD Terpilih di Kota Tasikmalaya Terancam Tertunda, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ilustrasi pencoblosan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Penetapan calon anggota legislatif di Kota Tasikmalaya terancam tertunda, KPU Kota pun belum bisa memastikan jadwal resmi penetapan tersebut.

Pasalnya, kata Ketua KPU Kota Tasikmalaya, Ade Zaenul Mutaqin, terdapat gugatan dari salah satu caleg melalui parpol ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Jadi belum bisa dipastikan kapan, karena ada gugatan dari seorang calon yang meminta MK untuk meninjau hasil pleno rekapitulasi di Dapil 1 Kota Tasikmalaya," jelas Ade saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (4/7/2019).

Pihaknya saat ini masih menunggu apakah gugatan tersebut masuk ke dalam buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) atau tidak.

"Kami masih menunggu BRPK itu dari MK yang akan diberikan ke KPU RI. Nanti kami dapat laporannya dari KPU RI," lanjutnya.

Jika gugatan tersebut tidak teregistarasi di dalam BRPK, kata Ade, penetapan caleg terpilih bisa dilakukan secepatnya.

"Setelah menerima hasilnya melalui KPU RI, maka setelah diterima bisa dilakukan penetapan sehari atau tiga hari setelah hasil diterima," tuturnya.

Adapun bila gugatan itu teregistrasi dalam BRPK, Ade menyatakan pihaknya telah bersiap untuk menghadiri sidang gugatan.

"Kami sudah siapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk menjawab gugatan itu. Insya Allah kami siap," kata dia.

Ade Zaenul Mutaqin menambahkan, jika gugatan itu sampai ke MK, maka dipastikan penetapan caleg di Kota Tasikmalaya dilaksanakan Agustus mendatang.

"Karena berdasarkan peraturan MK, penetapan raihan kursi dan caleg terpilih untuk daerah yang bersengketa baru bisa dilakukan setelah pengucapan putusan. Jadwalnya 6-9 Agustus nanti," tambah Ade.

Keluarganya Diancam, Bocah SMP Ini Habisi Nyawa Kepala Dusun

Miris, Gadis SMP Umur 14 Tahun di Sumedang Diperkosa 5 Orang, Pelakunya Juga Masih di Bawah Umur

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved