Pemprov Jabar Tawarkan Proyek LRT Bandung Raya dalam Forum Investasi di London

Pemprov Jabar membuka peluang investasi dari luar negeri pada Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019, di London

Pemprov Jabar Tawarkan Proyek LRT Bandung Raya dalam Forum Investasi di London
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Wali Kota Bandung saat itu Ridwan Kamil (kiri) berdiri di depan pintu Metro Kapsul Bandung seusai melakukan prosesi Pencanangan Proyek Metro Kapsul Bandung, di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin (12/2/2018). Proyek pembangunan moda transportasi publik berbasis rel atau Light Rapid Transit ( LRT) tersebut tinggal menunggu finalisasi izin mendirikan bangunan (IMB). Metro Kapsul Bandung ini menggunakan teknologi dalam negeri dengan biaya sekitar Rp 150 miliar per kilometer, lebih murah dibanding LRT luar negeri yang mencapai Rp 500 miliar per kilometer. Proyek LRT Bandung akan dimulai di titik koridor III sepanjang 8,5 kilometer yang akan memakan waktu 1,5 tahun dengan total nilai anggaran sekitar Rp 1,4 triliun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar membuka peluang investasi dari luar negeri pada Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019, di London, Selasa (2/7/2019) waktu setempat. Berbagai proyek transportasi pun ditawarkan dalam kesempatan tersebut, di antaranya LRT Bandung Raya.

One on one meeting menjadi cara Pemprov Jabar menarik para investor. Sebelumnya dilakukan dulu project consultation dengan beberapa narasumber di antaranya dari Kemenhub RI, Bapenas, Kemenkeu RI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Bank Mandiri.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa selaku ketua rombongan memimpin langsung di grup A bidang investasi tranportasi didampingi oleh Kadishub Jabar, Hery Antasari, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P Joewono. Sementara bidang non transportasi di grup B dipimpin langsung oleh Dadang Masoem Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat.

Dalam paparannya, Iwa menawarkan kerja sama pengembangan Segitiga Rebana, LRT atau Monorail Bandung Raya, dan Aerocity BIJB Kertajati. “Kami juga menawarkan kemudahan investasi dan hubungan antarmoda yang sedang disiapkan,” katanya usai paparan pada hari yang sama melalui ponsel, Kamis (4/7/2019).

Iwa mengatakan di bidang transportasi pihaknya terkait potensi-potensi Segitiga Rebana (Cirebon Patimban Majalaya) yang merupakan pusat perkembangan baru di masa depan, dengan potensi ekonomi yang sangat tinggi.

Bosan dengan Ayam Geprek? Yuk Coba Buat Olahan Menu Ayam Tandori di Rumah

Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019 di London
Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019 di London (Istimewa)

“Potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam waktu tertentu bisa sampai 10 persen, ini yang luar bisa yang perlu dorongan terus dengan luas kawasan mencapai 54 ribu hektare. Ini potensial untuk dikembangkan beserta penyerapan tenaga kerja mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan,” jelasnya.

Hal berikutnya yang dipaparkan pada one on one meeting tersebut adalah rencana pembangunan transportasi yang terintegrasi di Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang dan sebagian Garut. “Pola pembangunan ke depan adalah pola pembangunan yang berkesinambungan terstruktur dan sistemik,” katanya.

Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019 di London
Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019 di London (Istimewa)

Manurut Iwa ada beberapa calon investor yang telah menyatakan ketertarikannya. “Beberapa calon investor seperti Crossrail International, mereka salah satu yang bisa mendatangkan atau mengkoordinasi investor potensial, dan beberapa transportasi massal yang ada di London dan beberapa negara (khusus monorail) adalah hasil dari mereka, mereka tertarik untuk melakukan kerjasama,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P Joewono, mengatakan IIIF 2019 adalah peluang yang sangat baik bagi investor luar negeri untuk semakin mengenal potensi-potensi Jawa Barat.

Humanity Water Tank Mendistribusikan Ratusan Liter Air di Gaza

“Kita sangat berbangga bahwa Jabar punya West Java Incorporated jadi memang Bank Indonesia sangat mendorong Jawa Barat, karena Jawa Barat itu kan ekonominya ditopang oleh industri manufaktur, oleh karena itu kita mendukung penuh supaya Jawa Barat ini bisa mendapat investasi dari Luar Negeri,” katanya di tempat yang sama.

“Dengan kondisi ekonomi Jabar yang sangat baik dipaparkan, akhirnya mereka terbuka terhadap investasi yang mungkin bisa ditempatkan di Indonesia . Ditambah dengan kemudahan-kemudahan, izin-izin juga mudah, proyek-proyek yang clean and clear,” katanya.

Doni mengatakan ketertarikan calon investor seperti Crossrail, Basque Trade, dan One Work pada saat one on one meeting akan ditindaklanjuti dengan visit ke Indonesia nanti pada West Java Invesment Forum 2019 di Bandung.

“Jadi inilah contoh saat ini salah satu kerja nyata, diharapkan bisa berjalan dengan baik dan berharap para investor datang. Kita berharap tidak hanya konsumsi tumbuh tapi juga investasi datang,” katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved