Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur, Polisi Tetapkan 5 Tersangka, 4 di Antaranya Anak di Bawah Umur

Kepolisian Resor (Polres) Sumedang berhasil mengungkap kejadian tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur

Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur, Polisi Tetapkan 5 Tersangka, 4 di Antaranya Anak di Bawah Umur
tribunnews
ilustrasi perkosaan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang berhasil mengungkap kejadian tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang.

Kasus ini dilakukan oleh lima tersangka, empat di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Empat anak di bawah umur yang melakukan tindakan persetubuhan kepada korban yang bernama T (14), yakni DM (17), TN (15), MKa (17), dan MA (16).

Sedangkan tersangka yang berusia dewasa bernama WS (23), adalah warga Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, sehari-sehari bekerja sebagai wiraswasta.

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, mengatakan, kelima tersangka, sudah diamankan oleh aparat kepolisian, untuk tersangka dewasa saat ini ditahan di Mapolres Sumedang dan empat tersangka di bawah umur dititipkan di rumah penitipan anak negara, Kabupaten Subang.

"Proses masih terus berlanjut," kata Hartoyo melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2019).

Indramayu Punya Obyek Wisata Baru, Disebut Mirip Air Terjun Indoor di Singapura Gardens By The Bay

Diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (29/6/2019), di salah satu rumah tersangka yakni MA yang berada di Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kelima pelaku melakukan bujuk rayu kepada korban untuk berangkat ke rumah MA dan dijemput menggunakan sepeda motor.

Setibanya di rumah MA, salah satu tersangka membeli lima buah obat penenang untuk penumpang kendaraan jarak jauh jenis antimo, obat tersebut kemudian dicampur dengan makanan yang diimingi-imingi tersangka kepada korban.

Hartoyo mengatakan, setelah melakukan aksinya tersebut, pada Minggu (30/7/2019), kelima pelaku yang berasal dari Tanjungkerta dan Tanjungmedar, berhasil diamankan dan hingga saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan.

Burung Garuda Penguasa Langit Jawa, Kembali Lahir di Wilayah Sukabumi, Sudah Berumur 4 Bulan

Hartoyo mengatakan, saat ini korban tengah dalam prosea trauma healing dari unit PPA Satreskrim Polres Sumedang dengan dibantu oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang.

"Semuanya ditangani oleh polisi wanita mulai dari pemeriksaan sampai proses trauma healing," kata Hartoyo.

Akibat kejadian tersebut, kelima tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan ayat (2) Undang-Undang No 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved