Guru SD di Lamongan Cabuli Murid, Hukuman Diperberat Karena Status PNS, Diduga Cabuli 30 Siswa

Guru yang cabuli murid di sebuah SD di Lamongan, Jawa Timur, SR (41), terancam hukuman berat.

Guru SD di Lamongan Cabuli Murid, Hukuman Diperberat Karena Status PNS, Diduga Cabuli 30 Siswa
KOMPAS.com/HAMZAH ARFAH
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat (tengah) bersama jajaran, saat menunjukkan barang bukti dan pelaku tindak pencabulan kepada awak media, Kamis (4/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, LAMONGAN - Guru yang mencabuli murid di sebuah SD di Lamongan, Jawa Timur, SR (41), telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman berat.

Bahkan, karena ia berstatus PNS, maka hukuman untuk SR akan ditambah.

Pihak kepolisian menjeratnya dengan Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 65 KUHP, dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

"Namun karena pelaku ini merupakan guru PNS, maka hukuman ditambahkan sepertiganya atau lima tahun. Jadi nanti putusan hukuman akan ditambah sepertiga dari hukuman atau sekitar 5 tahun lagi. Itu sudah ada dan diatur oleh Undang-Undang, di Pasal 65 KUHP," ujar Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, di sela agenda rilis yang digelar di Mapolres Lamongan, Kamis (4/7/2019).

Guru Cabul di Lamongan Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli 30 Murid, Baru 2 yang Berani Lapor Polisi

Saat ditanya Wahyu di hadapan awak media, SR mengakui perbuatan tidak senonoh terhadap dua orang siswinya yang masih berusia 11 tahun.

Hanya, keterangan pelaku masih diragukan oleh polisi, lantaran institusi penegak hukum ini beranggapan korban lebih dari dua orang.

Namun, mereka belum berani melaporkan kejadian yang dialami kepada polisi.

"Baru itu Pak," kata SR.

Saat didesak oleh pihak kepolisian pun ia tetap bersikukuh baru melakukan tindakan pencabulan terhadap dua orang itu.

"Benar Pak, baru itu," lanjutnya.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved