Buruh Purwakarta Menangi Gugatan PHK Pabrik Garmen Asal Korea Selatan, Pabrik Harus Bayar Rp 11,9 M

Gugatan ratusan buruh pabrik garmen asal Korea Selatan, PT Dada Indonesia yang berada di Kabupaten Purwakarta

Buruh Purwakarta Menangi Gugatan PHK Pabrik Garmen Asal Korea Selatan, Pabrik Harus Bayar Rp 11,9 M
tribunjabar/theofilus richard
Perwakilan buruh PT Dada Indonesia saat beraudiensi dengan anggota DPRD Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -‎ Gugatan ratusan buruh pabrik garmen asal Korea Selatan, PT Dada Indonesia yang berada di Kabupaten Purwakarta, dikabulkan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Seperti diketahui, gugatan ratusan buruh itu diwakili oleh seorang buruh bernama Pipih Sopiah dengan nomor perkara 91/Pdt.Sus PHI/2019. Putusan dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Suwanto dan anggota, Yosari serta Sugeng pada 26 Juni.

Dalam amar putusan yang diterima Tribun, majelis hakim mengabulkan gugatan Pipih dan kawan-kawan. Menyatakan putus hubungan kerja antara penggugat dengan tergugat sejak 31 Oktober 2018 dengan kualifikasi PHK karena perusahaan tutup akibat rugi selama 2 (dua) tahun berturut-turut.

"Menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus kompensasi kepada para penggugat dengan jumlah sebesar Rp 11.969.728.944 " ujar Ketua Majelis Hakim dalam amar putusannya.

Selain itu, menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus kekurangan upah tahun 2018 kepada para penggugat dengan jumlah total sebesar Rp 1.512.239.150. Menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus kekurangan Tunjangan Hari Raya (THR) 2018 kepada para penggugat dengan jumlah total Rp 151.394.425.

Ini Tarif Bus Damri Rute Terminal Harjamukti Cirebon ke Bandara Kertajati Majalengka

"Menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus uang makan kepada para penggugat dengan jumlah total sebesar Rp 244.080.000. Menolak gugatan para penggugat untuk selain dan selebihnya dan menghukum tergugat membayar biaya yang timbul dalam perkara ini senilai Rp 336 ribu," ujar majelis hakim.

Selain gugatan oleh Pipih, PT Dada Indonesia yang berada dekat perempatan Sadang itu juga harus melayani gugatan lainnya yakni oleh buruh PT Dada Lainnya yakni Cecep Amirudin ‎dan kawan-kawan serta Elni Susanti. Gugatan keduanya masih proses persidangan.

"Untuk gugatan Pipih mewakili 238 karyawan. Putusan itu memenuhi rasa keadilan teman-teman buruh. Sedangkan untuk gugatan Elni Susanti mewakili 140 orang dan putusannya akan dibacakan pada Senin (8/7)," ujar kuasa hukum Pipih dan Elni via ponselnya.

Seperti diketahui, PT Dada Indonesia mem-PHK massal ribuan karyawannya pada 2018. Mereka tidak mendapat upah, uang makan hingga THR 2018.

"Kami berharap putusan untuk gugatan Elni Susanti dan 140 buruh lainya juga bisa dikabulkan majelis hakim," ujarnya.

Video Viral, Seorang Pria Menjadi Satu-satunya Penumpang Pesawat Citilink dari Kertajati ke Surabaya

Adapun dalam pertimbangan hakim, menyatakan bahwa PT Dada Indonesia mengalami kerugian sehingga tidak bisa menggaji karyawannya. Hal itu berdasarkan kesaksian manajer akuntansi yang dihadirkan di persidangan.

"Untuk selanjutnya kami menunggu pihak PT Dada. Jika tidak mengajukan banding, kami minta putusan hakim agar segera dieksekusi. Tapi kalau dari PT Dada mengajukan upaya hukum, kami akan ikuti," ujarnya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved