Ratusan Atlet Adu Stategi pada Kejurda Catur Tingkat Provinsi Jawa Barat

Sebanyak 284 atlet catur bertarung dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Provinsi Jawa Barat tahun 2019 di Gedung PGRI Kabupaten Indramayu

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sebanyak 284 atlet catur bertarung dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Provinsi Jawa Barat tahun 2019 di Gedung PGRI Kabupaten Indramayu, Rabu (3/7/2019).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Indramayu, Jahirin, mengatakan, kejuaraan catur ini diikuti oleh 27 kontigen kota/kabupaten se-wilayah Jawa Barat.

"Kerjurda ini berlangsung mulai tanggal 2-7 Juli 2019, tapi untuk pertandingannya mulai hari ini," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di sela-sela kegiatan.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Indramayu, Syaefudin menyampaikan, para atlet akan bertanding di 17 kategori lomba.

Yaitu, kelas Veteran, kelas Senior Putra, kelas Senior Putri, kelas Junior Putri A, kelas Junior Open A, kelas Junior Putri B, kelas Junior Open B, kelas Junior Putri C, kelas Junior Open C, kelas Junior Putri D, kelas Junior Open D, kelas Junior Putri E, kelas Junior Open E, kelas Junior Putri F, kelas Junior Open F, kelas Junior Putri G, dan kelas Junior Open G.

"Open ini artinya campuran, bisa putra bisa putri jadi tidak harus putra," ujar dia.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, terlihat keseriusan dari raut wajah para peserta baik kategori dewasa maupun anak-anak.

Saking seriusnya, bahkan tidak sedikit ada atlet yang sampai menghabiskan waktu kurang lebih 45 detik untuk memindahkan satu pion catur.

Disampaikan Jahirin, regulasi yang diterapkan dalam pertandingan ini adalah sistem swiss.

"Untuk yang senior 8 babak dan untuk yang veteran dan junior 7 babak," ucapnya.

Sistem Swiss (Swiss System) memiliki ciri-ciri dari sistem Round Robin dimana semua pemain akan terus bermain meski mengalami kekalahan.

Untuk waktu berpikir setiap pemain sendiri, disampaikan dia, yaitu 60 menit dengan inkremen atau tambahan waktu dari langkah awal sebanyak 30 detik.

"Kalau cepat ini ada tambahan 30 detik,kalau berfikir lebih dari 30 detik akan berkurang," ucapnya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved