Oknum ASN Dinsos Jabar Cabuli Penyandang Disabilitas di Kantor, Terancam Dipenjara 15 Tahun

SR (50) seorang oknum ASN yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuan penyandang disabilitas berusia 15 tahun berinisial SW terancam huku

Oknum ASN Dinsos Jabar Cabuli Penyandang Disabilitas di Kantor, Terancam Dipenjara 15 Tahun
Tribun Jabar/Himan Kamaludin
Oknum ASN Dinsos Jabar SW pelaku Cabul saat diperiksa penyidik Polres Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - SR (50) seorang oknum ASN yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuan penyandang disabilitas berusia 15 tahun berinisial SW terancam hukuman 15 tahun penjara.

Saat ini oknum ASN Widyaiswara Madya yang diperbantukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Dinas Sosial Jabar ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra, mengatakan bahwa delik yang ditetapkan terhadap tersangka yakni pasal 82 Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya bisa 15 tahun, saat ini pelaku masih harus diperiksa hingga nanti sampai persidangan," ujarnya di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Rabu (3/7/2019).

Oknum ASN Dinsos Jabar Pelaku Cabul Ditetapkan Jadi Tersangka, Ada Luka Robek di Alat Vital Korban

Niko menjelaskan, motif pelaku melakukan aksi pelecehan seksual tersebut karena ada rasa suka terhadap korban.

Untuk melampiaskan nafsunya, SR membujuk korban dengan membelikan rok, kerudung, baju, jam tangan, dan makanan.

"Sehingga saat ini korban harus menjalani program traumatic healing untuk menghilangkan rasa trauma akibat kejadian ini," katanya.

Disinggung rencana pelaku untuk islah dengan korban, Niko memastikan proses hukum akan tetap dilanjutkan karena hal tersebut merupakan pidana murni.

"Apapun yang dilakukan korban (islah) tapi ini delik biasa pidana murni. Terkait islah itu bisa dijadikan bahan pertimbangan hakim di persidangan," kata Niko.

Saat diperiksa penyidik Satreskrim Polres Cimahi, SW mengakui perbuatannya telah melakukan aksi pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur tersebut.

"Kejadiannya bulan Mei lalu di kantor, hanya satu kali itu juga selintas spontanitas saja, khilap," kata SW.

Ia juga mengaku, tidak melakukan ancaman apapun pada korban saat beraksi.

Tersangka hanya memberikan sejumlah barang terhadap korban.

P2TP2A Garut Dampingi Anak yang Jadi Korban Pencabulan oleh Ayah Kandung

Ayah Tega Cabuli Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan, Aksi Bejat Dilakukan Sejak 4 Tahun Lalu

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved