Antisipasi Kekeringan di Jawa Barat, Ridwan Kamil Instruksi Ini kepada Bupati dan Wali Kota

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk mengantisipasi masalah kekeringan dan krisis air bersih

Antisipasi Kekeringan di Jawa Barat, Ridwan Kamil Instruksi Ini kepada Bupati dan Wali Kota
Tribun Jabar/Isep Heri
Sawah di Kampung Sakaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmaya retak-retak akibat kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk mengantisipasi masalah kekeringan dan krisis air bersih di masing-masing wilayahnya.

"Saya sudah koordinasikan dengan para bupati dan wali kota untuk mengantisipasi masalah kekeringan," kata Gubernur Emil di Gedung Negara Pakuan Bandung, Rabu (3/7/2019).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan dalam instruksinya ia berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk memastikan suplai air bersih yang dikonsumsi penduduk tak terhalangi walaupun musim kemarau.

"Dulu saya lakukan saat saya menjadi Wali Kota Bandung meminta PDAM menyediakan truk tangki air untuk masyarakat. Saya kira itu harus dilakukan juga untuk sifatnya air bersih yang dikonsumsi," kata Emil.

Sementara untuk sistem irigasi di setiap kabupaten kota, pihaknya meminta agar bupati wali kota bisa melakukan penyesuaian debit air agar lebih efisien. Sehingga persawahan bisa mendapatkan air meski tak semaksimal musim hujan, jangan sampai habis sama sekali.

BMKG: Selain Kekeringan, Bencana Kebakaran dan Angin Kencang Juga Berpotensi Melanda Indramayu

Pemprov Jabar, lanjut dia, juga telah berkoordinasi dengan pengelola bendungan dan irigasi agar pengairan kepada masyarakat tidak terganggu pada musim kemarau pada tahun ini.

Jika memasuki kemarau ekstrem, kata Gubernur Emil, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar dilakukan rekayasa iklim untuk mengatasi masalah kekeringan.

Kondisi lahan pesawahan kekeringan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/6/2019).
Kondisi lahan pesawahan kekeringan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/6/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Sebanyak 12.048 hektare lahan pertanian di Jawa Barat sendiri sudah mengalami kekeringan dengan klasifikasi ringan, sedang, berat hingga puso. Kekeringan tersebut menyusul kemarau dan rusaknya saluran irigasi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Barat Hendi Jatnika mengatakan berdasarkan data per 28 Juni 2019, dari 573.842 hektare lahan pertanian di Jabar terdapat 52.983 hektare yang terancam kekeringan. Sementara 82 hektare lahan sudah mengalami puso.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved