5 Desa di Indramayu Ini Menurut BMKG Berpotensi Kekeringan Ekstrem

Sebanyak 5 Desa wilayah di Kabupaten Indramayu berpotensi kekeringan ekstream pada dasarian II Juli 2019.

5 Desa di Indramayu Ini Menurut BMKG Berpotensi Kekeringan Ekstrem
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Kondisi lahan pesawahan kekeringan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sebanyak 5 Desa wilayah di Kabupaten Indramayu berpotensi kekeringan ekstrem pada dasarian II Juli 2019.

Hal tersebut disampaikan Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Rabu (3/7/2019).

Dirinya menyebutkan, daerah tersebut adalah Desa Gantar, Desa Bantarwaru, Desa Bantarhuni, Desa Cipancuh, dan Desa Tamiang.

"Ada lima desa yang meliputi tiga kecamatan, Desa Gantar, Bantarwaru, Bantarhuni itu Kecamatan Gantar, Desa Cipancuh Kecamatan Haurgeulis, dan Desa Tamiang Kecamatan Kroya," ujar dia.

2 Kecamatan di Tasikmalaya Sudah Alami Kekeringan, Diprediksi Akan Bertambah

Disampaikan Ahmad Faa Izyn, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan, yang menyatakan bahwa daerah-daerah itu akan mengalami hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut lebih dari 60 hari.

Meski demikian, BMKG memprediksi peluang curah hujan pada Dasarian II Juli 2019 berpeluang sangat kuat mendominasi seluruh wilayah Jawa Barat, dengan deskripsi: Peluang kejadian curah hujan kriteria rendah (<=50 mm) diprakirakan pada kisaran >90 persen, di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.

"Adapun curah hujan dengan potensi lainnya hanya memiliki peluang kejadian kurang sama dengan 10 persen," ujar dia.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved