Sebagian Ingin Gabung, Waketum: Jika PAN Masuk Koalisi Jokowi, Bukan untuk Cari Kedudukan Tapi . . .

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi mengatakan, ada beberapa aspirasi dari internal PAN yang ingin perkuat koalisi pemerintah

Sebagian Ingin Gabung, Waketum: Jika PAN Masuk Koalisi Jokowi, Bukan untuk Cari Kedudukan Tapi . . .
ISTIMEWA/TRIBUN JABAR
Logo Partai Amanat Nasional (PAN) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi mengatakan, ada beberapa aspirasi dari internal PAN yang ingin memperkuat koalisi pemerintahan Joko Widodo.

"Ada sebagian dari internal PAN yang menginginkan memperkuat, 'sudah menjadi partai pemerintah saja'," kata Viva saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/7/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (2/7/2019), Viva mengatakan, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur telah resmi dibubarkan.

Dengan demikian, PAN sudah bisa menentukan sikap politiknya sendiri.

Menurut dia, PAN dalam platform berada di dalam atau di luar pemerintahan sama baiknya, asalkan hal itu untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Tawarkan 14 Program Prioritas untuk Jokowi-Maruf, Pertimbangan Partai Demokrat Gabung Koalisi

Namun, bergabungnya PAN dengan koalisi pemerintah harus ditentukan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

"Jadi apakah PAN nanti berada di dalam atau di luar pemerintah, nanti akan ditentukan dalam Rakernas," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Viva Yoga Mauladi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019).
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Viva Yoga Mauladi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Viva menegaskan, jika nantinya PAN berada di koalisi pemerintah, bukan untuk mencari kedudukan, tetapi bertujuan untuk bekerja sama untuk membangun bangsa dan negara.

"Seluruh kekuatan partai politik, ayo bekerja sama bergotong royong untuk membangun bangsa sesuai ajakan pak Jokowi ke pak prabowo kan untuk sama-sama membangun negara," tuturnya.

Gerindra Pastikan Tak Masuk Koalisi Jokowi, Tegaskan Akan Jadi Penyeimbang

Selanjutnya, Viva menambakan, berada di koalisi pemerintah atau menjadi oposisi dalam konteks di DPR, setiap parpol pendukung dan di luar pemerintah harus menjalankan fungsi konstitusionalnya.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved