Petambak Keluhkan Ribuan Ton Garam yang Tak Laku Dijual, Padahal Harganya Sudah Anjlok

Meski harganya turun, tidak banyak petambak maupun tengkulak yang mendapat permintaan dalam jumlah yang banyak.

Petambak Keluhkan Ribuan Ton Garam yang Tak Laku Dijual, Padahal Harganya Sudah Anjlok
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Petambak sedang memanen garam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ribuan ton garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon milik petambak dan tengkulak tidak laku terjual.

Garam tersebut saat ini disimpan di gudang penyimpanan dan merupakan hasil panen tahun lalu.

Tasni (51), petambak garam, mengaku, sejak musim hujan hingga akhir tahun 2018, harga garam terus menurun.

Dari yang tadinya harga garam di gudang penyimpanan Rp 1.000 perkilo gram turun menjadi Rp 800 perkilogram, Rp 700, dan sekarang Rp 500 perkilo gram.

"Biasanya kalau awal mulai panen masih di atas Rp 2.000 perkilogram, sekarang Rp 500 perkilo gram. Biasa pertengah musim anjlok tuh," kata dia saat ditemui di lahannya, Selasa (2/7/2019).

Dia mengaku, meski harganya turun, tidak banyak petambak maupun tengkulak yang mendapat permintaan dalam jumlah yang banyak.

"Jika dijumlah ya ribuan ton lah garam yang di gudang tidak bisa terjual hingga sekarang. Sebab, satu orang saja ada yang menyimpan 20 sampai 50 ton garam, belum lagi milik penimbang (tengkulak) yang satu orang saja punya ratusan ton garam," ungkapnya.

Menurutnya, petambak garam saat ini sudah memanen kembali garam. Sehingga, harga garam pun terus anjlok karena stok yang lama masih banyak, muncul garam yang baru panen.

Bahkan, untuk garam yang baru dipanen ini, petambak hanya dihargai Rp 300 perkilogramnya.

Halaman
123
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved