Mendag Enggartiasto Lukita Segera Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi Bowo Sidik

Mendag Enggartiasto Lukita bakal diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat

Mendag Enggartiasto Lukita Segera Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi Bowo Sidik
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, saat menghadiri Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019 yang digelar di Jalan Diponegoro, depan Gedung Sate, Selasa (19/3/2019) 

TRIBUNJABAR.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Mendag Enggartiasto Lukita bakal diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Pemeriksaan Mendag Enggartiasto Lukita dilakukan tim penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, pegawai PT Inersia yang juga orang kepercayaan Bowo Sidik Pangarso.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka IND (Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada pewarta, Selasa (2/7/2019).

Selain Mendag Enggartiasto Lukita, penyidik KPK turut memanggil empat orang unsur swasta, yakni Andriyan Fauzi Nasution, Harisman, Zulkarnaen Nasution, dan Jimmy Samudera.

Anda Mau Beraktivitas di Kota Bandung, Nih Prakiraan Cuaca Siang Ini Sampai Malam Nanti

Kemudian ada seorang notaris bernama Dyna Mardiana. Kesemuanya bakal menjadi saksi untuk tersangka Indung.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti sebagai tersangka.

Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3) hingga Kamis (28/3) dini hari.

Bowo melalui Indung diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama pengangkutan menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Cerita Warga soal Polisi yang Menyamar saat Mengintai Terduga Teroris

Tak hanya suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari pihak lain.

Secara total, suap dan gratifikasi yang diterima Bowo mencapai sekitar Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved