Kuota PPDB Jalur KETM di Sejumlah Sekolah di Kota Bandung Tidak Terpenuhi

Pada pendaftaran jalur kelompok ekonomi tidak mampu (KETM) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), kuota tak terpenuhi.

Tribun Jabar/ Hilda Rubiah
Suasana SMAN 5 Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagaimana tertuang dalam Permendikbud, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 SMA/SMK telah mengalokasikan kuota 90 persen jalur zonasi, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen jalur perpindahan orang tua.

Skema dari total jalur zonasi 90 sudah termasuk formulasi zonasi jarak 75 persen, 20 persen untuk calon peserta didik KETM dan ABK, dan 15 persen untuk formulasi kombinasi.

Berdasarkan hasil PPDB beberapa waktu lalu pendaftaran didominasi oleh pendaftar jalur zonasi jarak.

Sementara kuota pendaftar pada jalur zonasi keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) cenderung tidak terpenuhi atau sepi peminat.

Seperti halnya yang terjadi di sejumlah sekolah di Bandung ini, yakni di SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, dan SMAN 22 Bandung.

Di SMAN 3 Bandung, total dari 606 calon peserta didik baru yang mendaftar mendaftar, yang diterima sebanyak 335 peserta, terdiri dari 10 rombel (rombongan belajar).

Sementara itu, pada pendaftaran jalur kelompok ekonomi tidak mampu (KETM) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), kuota tak terpenuhi.

Padahal, kata Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung, Yeni Gantini, kuota yang disediakan KETM dan ABK cukup besar, yakni 20 persen atau 68 kursi.

"KETM Kuota 68 yang daftar hanya 16 orang dan ABK hanya 2 orang," ujar Kepsek SMAN 3 Bandung, Yeni Gantini, beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved