AHY Disarankan Fokus di Pemilihan Ketua Umum Demokrat, Serahkan Jabatan Menteri pada Pakde Karwo

Selain itu, ia juga menyoroti siapa yang akan dipilih dari partai berlambang Mercy itu oleh Jokowi sebagai menteri di Kabinet Kerja jilid II.

AHY Disarankan Fokus di Pemilihan Ketua Umum Demokrat, Serahkan Jabatan Menteri pada Pakde Karwo
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo saat ditemui di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO), HM Darmizal MS, menanggapi beredarnya berbagai analisa atas kemungkinan berlabuhnya Partai Demokrat di koalisi Jokowi.

Selain itu, ia juga menyoroti siapa yang akan dipilih dari partai berlambang Mercy itu oleh Jokowi sebagai menteri di Kabinet Kerja jilid II.

Darmizal menilai peluang mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Pakde Karwo untuk terpilih sebagai menteri lebih besar dibandingkan dengan kader Partai Demokrat lainnya, semisal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya sarankan sebaiknya AHY fokus berjuang untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres sekitar Mei tahun 2020 mendatang," ujar Darmizal, ketika dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).

Saran itu diberikan Darmizal bukan tanpa alasan. Menurutnya, Pakde Karwo lebih berpengalaman di bidang pemerintahan maupun politik di tanah air.

Darmizal mengatakan pengalaman Pakde Karwo yang panjang di pemerintahan dan 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Timur akan sangat membantu pemerintahan Jokowi-Amin lima tahun ke depan.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari pertama perayaan Idul Fitri, Rabu (5/6/2019). Keduanya didampingi istri masing-masing, Anissa dan Alya.
Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari pertama perayaan Idul Fitri, Rabu (5/6/2019). Keduanya didampingi istri masing-masing, Anissa dan Alya. (KOMPAS.com/ABBA GABRILIN)

Sementara AHY, lanjut mantan Pimpinan Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat itu, dinilai masih terlalu muda untuk berkancah di politik dan birokrasi.

"Jadi, (AHY) akan sulit mengimbangi kerja pak Jokowi yang tangkas dan serba cepat. Berbeda dengan pakde Karwo yang pengalamannya sudah matang," ucapnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai Joko Widodo lebih sreg menarik Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo di kursi kabinet 2019-2024.

Polsek Lembang Belum Terima Laporan Terkait Aksi Todongkan Pistol di Jalan Macet

Derita Orang dengan Gangguan Jiwa di Cianjur, 2 Tahun Dikurung Bak Ternak, Menekuk Lututpun Sulit

Pasalnya, di kalangan tokoh parpol koalisi, Pakde Karwo lebih diterima dibanding sosok AHY.

"Cukup sulit memprediksinya sebab jika Jokowi memberi peluang pada Demokrat dan Demokrat itu Pak SBY maka AHY yang akan disorongkan utama, tetapi penerimaan AHY di koalisi Pak Jokowi lebih terjal daripada Pakde," katanya, Minggu (30/6/2019).

Dia memprediksi, untuk menghindari konflik di parpol koalisi, besar kemungkinan Jokowi akan memilih Pakde Karwo. Yang merepresentasikan seorang birokrat dan profesional, ketimbang kader parpol.

"Dalam situasi seperti itu sepertinya Pakde Karwo lebih berpeluang diterima koalisi Jokowi ketimbang AHY. Pakde itupun akan lebih banyak merepresentasikan sebagai birokrat profesional ketimbang sebagai kader partai," tambahnya.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved