266 Hektare Sawah di Ciamis Puso, Hanya 20 Persen yang Dilindungi Asuransi

Luas sawah di Ciamis yang sudah mengalami kekeringan parah alias sudah puso mencapai 266 hektare.

266 Hektare Sawah di Ciamis Puso, Hanya 20 Persen yang Dilindungi Asuransi
Tribun Jabar/Isep Heri
Ilusrasi-- Memasuki awal bulan Juli di musim kemarau ini, setidak ada 1.040 hektare sawah di Ciamis mengalami kekeringan yang tersebar di 12 kecamatan. Ada 226 hektare yang sudah puso. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Memasuki awal bulan Juli di musim kemarau ini, setidak ada 1.040 hektare sawah di Ciamis mengalami kekeringan yang tersebar di 12 kecamatan.

Level ancaman kekeringan di ribuan hektare sawah itu mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Luas sawah yang sudah mengalami kekeringan parah alias sudah puso mencapai 266 hektare.

“Luas kekeringan berat atau paling parah mencapai 226 hektare, kondisinya sudah puso. Ada di Kecamatan Banjaranyar dan Kecamatan Banjarsari, sawah tadah hujan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ir Hj Kustini MP, seusai pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 di lapangan Sadananya, Selasa (2/7/2019).

HKP yang dihadiri perwakilan 27 kecamatan di Ciamis tersebut oleh Bupati Ciamis, DR H Herdiat Sunarya MM dan Wabup Yana D Putra.

HKP ke-47 ini juga dimeriahkan dengan Festival Kopi Ciamis dari 12 kecamatan penghasil kopi di Ciamis.

Ribuan hektare sawah yang mengalami kekeringan tersebut sebagian besar berada di  kecamatan kecamatan yang merupakan lumbung pangan Ciamis seperti Purwodadi, Lakbok, Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Ciamis kota dan kecamatan lainnya.

2 Kecamatan di Tasikmalaya Sudah Alami Kekeringan, Diprediksi Akan Bertambah

Setelah Ditimbun, Untuk Kelima Kalinya Arkeolog Kembali Mengeskavasi Candi Ronggeng di Ciamis

Bahkan di Banjaranyar dan Banjarsari sekitar 266 hektare sudah mengalami kekeringan parah (berat) dan dipastikan sudah puso (gagal panen).

Ratusan hektare sawah yang mengalami puso tesebut merupakan sawah tadah hujan yang hamper dipastikan tidak bisa diselamatkan karena sumber air tidak tersedia. Petani pun salah perhitungan waktu tanam.

Dari 266 hektare sawah yang puso tersebut  kata Kustini yang didampingi kasi sarana dan prasarana hanya 20% atau sekitar 60 hektare yang dilindungi dengan asuransi tani. “Dari yang puso itu hanya 20% yang dilindung asuransi,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved