Presiden Jokowi Minta Golkar Tak Buka Ruang Perpecahan

“Golkar harus menghindari berbagai gejala politik yang membuka ruang bagi pihak lain untuk memecah belah Golkar,” kata Presiden Jokowi

Presiden Jokowi Minta Golkar Tak Buka Ruang Perpecahan
Istimewa
Jajaran pengurus DPP dan DPD Partai Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto menggelar pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (1/7/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Jajaran pengurus DPP dan DPD Partai Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto menggelar pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (1/7/2019) sore.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dalam pertemuan tersebut Presiden memuji kerja keras dan kontribusi Partai Golkar dalam agenda Pemilu 2019.

“Presiden mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan kontribusi besar. Hal itu terlihat dari survei-survei yang selama ini datanya dipegang oleh Pak Presiden,” katanya melalui rilis.

Jokowi, ucap Dedi Mulyadi, memuji upaya Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto yang mampu melewati dinamika politik yang begitu berat.

Awalnya dengan situasi yang dihadapi dan beberapa hasil lembaga survei yang didapat Presiden Jokowi, Golkar hanya mampu meraih 7 persen suara.

Presiden Jokowi dan Ivanka Trump Asyik Mengobrol di KTT G-20 Osaka, Ini 4 Fakta Menarik Ivanka Trump

Catat! Ini Deretan Janji Jokowi saat Kampanye di Jawa Barat, dari Insentif Honor hingga Bandara Baru

“Hasilnya bisa 13 persen. Artinya Partai Golkar relatif berhasil di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto hari ini,” ujarnya.

Atas hasil ini, Jokowi meminta Golkar untuk menjaga stabilitas politik internal guna menjaga stabilitas politik nasional.

“Golkar harus menghindari berbagai gejala politik yang membuka ruang bagi pihak lain untuk memecah belah Golkar,” katanya.

Karena itu dalam pertemuan tersebut Jokowi berpesan Golkar memperkuat kepemimpinan saat ini. Pihaknya menerjemahkan pesan ini bahwa Presiden meminta kepemimpinan Golkar di bawah Airlangga Hartarto harus dilanjutkan.

“Harus dilanjutkan dalam pemahaman kami dengan cara diperkuat, kepengurusannya semakin baik, dan terhindar dari konflik sehingga Golkar diharapkan mengedepankan aspek-aspek soliditas partai demi Golkar di 2024,” ujarnya. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved