Lahan Pertanian di Tasikmalaya Mulai Kekeringan, Petani Terpaksa Jual Tanaman Sebagai Pakan Ternak

Dibanding tahun sebelumnya, salah satu petani mengaku kemarau tahun ini dirasakan lebih parah.

Lahan Pertanian di Tasikmalaya Mulai Kekeringan, Petani Terpaksa Jual Tanaman Sebagai Pakan Ternak
Tribun Jabar/Isep Heri
Tanah sawah di Kampung Sakaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, terlihat retak-retak akibat tak terairi memasuki kemarau panjang, Senin (1/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Memasuki musim kemarau, sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya mulai nengalami kekeringan.

Di antaranya tanah sawah di Kampung Sakaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah terlihat retak-retak akibat tak terairi.

Menurut penuturan sejumlah petani, Jajang (45) di antaranya, sawahnya sudah tidak terairi sudah hampir sebulan.

"Susah airnya sudah masuk halodo (kemarau), sebagian bahkan ada yang mungkin gagal panen karena sudah kering begini tanahnya," ujar dia saat ditemui, Senin (1/7/2019).

Dibanding tahun sebelumnya, kata Jajang, kemarau tahun ini dirasakan lebih parah.

Akibatnya, kata dia, dipastikan sejumlah petani akan merugi jutaan rupiah.

"Satu petak modalnya sekitar Rp 2 juta, untuk bibit, solar traktor, pupuk. Tahun kemarin mah tidak sampai retak-retak tanahnya," tutur dia.

Untuk mengakali agar tidak terlalu merugi, sebagian petani menjual tanaman yang masih hijau namun tak terairi sebagai pakan ternak.

Bibit Padi Terbaru Disiapkan Dispangtan Kota Cimahi untuk Sawah yang Kekeringan

Sawah di Cipageran Langganan Kekeringan, Dispangtan Kota Cimahi Bikin Ini

Puluhan Hektare Lahan Pertanian di Kota Tasikmalaya Terancam Kekeringan

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved