DPRD Jabar Menilai Memindahkan RSHS ke Jatinangor Tidak Mudah

Sekretaris Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya, mengatakan rencana Pemprov memindahkan RSHS di Bandung ke Jatinangor di Sumedang tidaklah mudah.

DPRD Jabar Menilai Memindahkan RSHS ke Jatinangor Tidak Mudah
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdusalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan rencana Pemprov Jabar memindahkan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung ke Jatinangor di Sumedang tidaklah mudah.

"Hal itu tentu saja tidak mudah. Kita pun belum dengar apapun soal rencana itu. Sekarang ini belum disampaikan secara langsung pada dewan atau dalam forum," ujar Hadi, Senin (1/7/2019).

Hadi mengaku pihaknya menunggu informasi secara resmi mengenai upaya pemindahan RSHS ke Jatinangor. Walau demikian, Hadi menilai ada beberapa hal yang harus ditempuh untuk pemindahan mengingat RSHS bukan aset milik Pemerintah Provinsi Jabar. Terlebih, pemindahan tersebut akan menyedot anggaran besar.

"Dan lagi masyarakatnya mau atau enggak. Termasuk perawatnya dan prosesnya akan lama sekali," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya telah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti pada pekan lalu. Salah satu agandanya yaitu membahas soal kekosongan posisi direktur utama di enam rumah sakit di Jabar.

Hadi mengatakan dari enam rumah sakit tersebut, ada satu yang menjadi perhatian khusus. Yaitu RS Al Ihsan di Baleendah, Kabupaten Bandung.

Sementara lima RS lainnya, yaitu RS Jiwa di Cisarua Kabupaten Bandung Barat, RS Paru di Sidareja Kabupaten Cirebon, RSUD Jampang Kulon di Kabupaten Sukabumi, RSUD Pameungpeuk di Kabupaten Garut, dan RS Kesehatan Kerja di Rancaekek Kabupaten Bandung.

Gubernur Ridwan Kamil Wacanakan Bangun Rumah Sakit Sekelas RSHS di Jatinangor

Hadi mengatakan sudah menemukan calon dirut definitif dan tinggal diumumkan. "Sesungguhnya dari enam RS tinggal satu yang belum selesai dan ini ada di Pak Gubenur, yaitu Al Ihsan ini menjadi perhatian khusus," katanya.

Pihaknya berharap penetapan dirut definitif tersebut dapat diumumkan dengan segera. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi Jabar secepatnya menentukan dirut pada enam RS tersebut.

Disinggung mengenai prediksi penyerapan anggaran, mengingat pada 2018 lalu Dinkes Jawa Barat cukup rendah, Hadi optimis pada kepemimpinan Berli pada tahun ini mampu lebih baik dari sebelumnya.

"Karena kan hambatan tahun lalu itu adalah belum adanya Kadinkes definitif. Dan Pak Berli ini berasal dari Kabupaten (Kadinkes Kubu Raya, Kalimantan Barat) Jadi dia tahu seluk beluk Kabupaten dan provinsi," ujarnya.

Pemkab Tasikmalaya Akan Sediakan Rumah Singgah bagi Warganya yang Berobat di RSHS Bandung

Sebelumnya, Gubenur Jabar Ridwan Kamil mengatakan tengah mencari lahan untuk dijadikan rumah sakit paling canggih di Jawa Barat. Pemerintah, katanya, punya rencana untuk memindahkan RSHS ke Jatinangor.

"Kita ada rencana besar juga yaitu memindahkan Rumah Sakit Hasan Sadikin ke Jatinangor. Jadi, nanti rumah sakit tercanggih se-Jawa Barat itu kemungkinan ada di Jatinangor. Sedang dicari lahannya," kata Emil. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved