HOC Indonesia Gelar Silaturahmi di Vila Buleud Garut

Para anggota Hotel Owner Club (HOC) Indonesia menggelar silaturahmi dan halal bihalal di Vila Buleud, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut.

HOC Indonesia Gelar Silaturahmi di Vila Buleud Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ketua DPC HOC Garut, Tika Rudiana memberikan sambutan saat menggelar Riung Mungpulung Silaturahmi dan Halal Bihalal Hotel Owner Club (HOC) di Vila Buleud, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para anggota Hotel Owner Club (HOC) Indonesia menggelar silaturahmi dan halalbihalal di Vila Buleud, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. Pertemuan itu juga jadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman terkait manajemen hotel.

Ketua DPP HOC Indonesia, Teddy Achmad mengatakan, silaturahmi yang digelar merupakan acara rutin setiap bulan. Pihaknya ingin mengakrabkan para owner atau pemilik hotel.

"Bukan hanya di Jawa Barat atau Bandung saja HOC ini. Tapi sudah ada di seluruh Indonesia. Jadi pertemuan rutin ini agar semakin akrab," ucap Teddy disela acara Riung Mungpulung Silaturahmi dan Halal Bihalal HOC Indonesia, Minggu (30/6/2019).

Ia menyebut, HOC terbentuk pada September 2018. Belum genap setahun berdiri, HOC sudah memiliki 174 anggota.

"Perkembangan HOC sangat baik dan banyak yang antusias untuk bergabung. Sekarang juga sudah dibentuk DPD dan DPC HOC," katanya.

Anggota HOC Kumpul di Bulan Ramadhan, Bukber dan Bahas Isu Perhotelan

Anggota HOC, lanjutnya, berisi para pemilik hotel bintang tiga ke bawah. Mayoritas diisi oleh hotel nonbintang. Menurutnya, banyak masalah yang terjadi di hotel nonbintang.

"Soalnya selain jadi pemilik, dia juga jadi manajer dan rangkap jabatan lain. Dengan gabung di HOC bisa saling tukar pikiran dalam pengelolaan hotel," ujarnya.

Ketua DPC HOC Garut, Tika Rudiana mengaku sangat bersyukur dengan keberadaan HOC. Selain menambah persaudaraan, ia juga bisa menambah wawasan terkait hospitality atau keramahan saat menyambut tamu.

"Supaya hospitality hotel juga lebih bagus dan sejahterakan karyawan. Termasuk dari sisi pemasaran agar bisa lebih berkembang," kata Tika yang juga pemilik Vila Buleud.

Di era digital, ia juga banyak belajar dari pemilik hotel lain. Salah satunya manajemen hotel yang serba digital. Ia pun terbantu dengan adanya pemasaran hotel via online.

"Manfaat lain perizinan dengan pemerintah juga terbantu. Pemerintah lebih percaya kepada kami. Kalau ada kesulitan bisa saling bantu. Sudah banyak manfaatnya," ucapnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved