Berlaku Besok, Ini Fasilitas di Bandara Kertajati dan Seperti Ini Tanggapan Penumpang

Penerbangan domestik ke luar Jawa resmi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati

istimewa
Bandara Kertajati 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mulai Senin (1/7/2019), penerbangan domestik ke luar Jawa resmi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati (KJT), Majalengka. Sejumlah penjualan tiket online juga sudah dibuka bukan lagi dengan kode BDO (Bandung) tapi KJT (Kertajati).

Sebanyak 12 rute penerbangan yang semula dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dilaihkan ke Kertajati, Kabupaten Majalengka. Rute-rute tersebut antara lain, Lion Air (Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Medan, Lombok, Makasar, Pekanbaru, Pontianak, Surabaya), Garuda Indonesia (Denpasar), Xpress Air (Padang, Palembang), Citilink (Denpasar, Medan, Palembang, Pekanbaru, Surabay), dan Air Asia (Denpasar, Surabaya).

Dikutip dari website resmi BIJB-Angkasa Pura II, fasilitas yang tersedia di bandara ini antara lain tenant makanan, ATM, layanan antar moda, musala, parkir, kids zone, wifi gratis, dan layanan digital interaktif. Untuk tenant, di lantai 1 terdapat minimarket, UKM, dan saung kuliner. Sedangkan di lantai 2 terdapat warung soto, kopi, toko oleh-oleh, dan JAS premier lounge. Untuk lantai 3 terdapat gerai roti, gerai oleh-oleh, dan gerai Dekranasda Jawa Barat.

Untuk tarif parkir di bandara ini, kendaraan roda empat atau mobil kecil dikenakan tarif Rp 5.000/jam (selanjutnya Rp 3.000/jam), bus pariwisata Rp 10.000/jam (selanjutnya Rp 5. 000/jam), truck Rp 10.000/jam (selanjutnya Rp 5.000/jam), dan motor Rp 3.000/jam (selanjutnya Rp 2.000/jam).

Meski Diperpanjang, Pendaftar di SMAN 1 Kaliwedi Cirebon Tak Kunjung Banyak, Ini Penyebabnya

Kepindahan penerbangan luar Jawa dari Bandung ke Kertajati mendapat tanggapan dari sejumlah pengguan moda pesawat. Andriana (32), warga Surabaya mengaku sudah mendengar informasi pengalihan penerbangan. Sebagai pebisnis yang kerap bepergian menggunakan pesawat, ia mengaku ingin mencoba bandara baru tersebut.

"Saya sering terbang Surabaya-Bandung, kadang atau Jakarta-Bandung balik lagi Surabaya. Mungkin nanti bisa coba kalau ada kerjaan di Bali terus ke Bandung bisa via Kertajati," katanya di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Sabtu ( 29/6/2019) sore.

Menurutnya, penerbangan lewat mana pun tidak masalah, asalkan didukung fasilitas lengkap dan nyaman. Karena menurutnya, pilihan menggunakan pesawat salah satunya adalah nyaman.

"Nyaman buat saya bukan sekedar fasilitas di bandara tapi setelah keluar Bandara. Ada moda pendukung untuk mengantar ke tempat tujuan, persoalan katanya lumayan jauh dari Kertajati ke Bandung, saya karena sering bepergian masih oke lah. Asal jangan macet aja," katanya.

Golkar Memanas, Rizal Mallarangeng Peringatkan Bambang Soesatyo Soal Perebutan Ketum Golkar

Erna (35), warga Bandung mengaku mendukung dioperasionalkan Kertajati untuk penerbangan luar Jawa. Namun ia mengaku masih ragu bila jadwal penerbangan pagi, sementara jarak Bandung-Kertajati dinilai lumayan jauh.

"Oke oke aja kalau dipindah. Masalahnya kalau dapat jadwal penerbangan pagi, harus berangkat jam berapa dari rumah. Di Bandung banyak angkutan umum, jam empat pagi aja sudah ada. Kalau lewat Kertajati meski ada angkutan ke sana, harus berangkat jauh lebih awal dong," katanya.

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved