48 Lukisan Bertema Pray For Palestine dan Kehidupan Masyarakat Asia Afrika Dipamerkan di Sini

Karya lukisan yang ditampilkan beraliran kontemporer, kubisme (karya lukis berbentuk kubus dan kerucut), dan abstrak.

Tribun Jabar/ Fasko Dehotman
Karya lukisan bertema Pray For Palestine dipamerkan di Hotel Ibis Style Braga 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ikatan Komunitas Pelukis Bandung menggelar pameran lukis di Hotel Ibis Style Braga, Jalan Braga No 8, Bandung.

Pameran bertajuk Lukisan Asia Afrika itu digelar sejak Kamis (27/6/2019) hingga Jumat (5/7/2019).

Sebanyak 48 lukisan bertema Pray For Palestine serta Kehidupan masyarakat Asia dan Afrika, dipamerkan di area lantai 1 hingga lantai 4 Hotel Ibis Style Braga.

Beberapa di antaranya ada yang dipajang di sekitar area lobi hotel, sudut dinding, hingga di area restoran.

Pantauan Tribun Jabar di lokasi, tampak beberapa pengunjung hotel tengah asyik melihat-lihat karya seni lukis yang ditampilkan di Hotel Ibis Style Braga.

Ketua Panitia Pameran Lukisan Asia Afrika, Asep Berlian, menuturkan, alasan digelarnya pameran tersebut untuk menyambut perayaan Festival Asia Afrika dan menyuarakan perdamaian dunia lewat lukisan, khsusnya Palestina.

"Pameran Lukisan Asia Afrika diikuti sebanyak 15 seniman pelukis dari tiga generasi (milenial hingga senior). Harapan dari pameran ini semoga Palestina segara terbebas dari pembantaian Israel, dan terwujudnya perdamaian dunia," ujar Asep kepada Tribun Jabar, ditemui di Hotel Ibis Style Braga, Sabtu (29/6/2019) malam.

Asep menambahkan, 15 seniman yang berpatisipasi, masing-masingnya menghasilkan 3 karya hingga 4 karya lukisan.

Karya lukisan yang ditampilkan beraliran kontemporer, kubisme (karya lukis berbentuk kubus dan kerucut), dan abstrak.

Keunikan dari karya 15 seniman lukis tersebut, tidak hanya menggunakan warna art moderen saja, ada pula yang menggunakan paduan warna klasik dan warna kubisme.

Penggunaan warna klasik cenderung meningkatkan kinerja otak kiri menjadi lebih tajam.
kisah yang disampaikan pun penuh teka teki. Bahkan tidak sesuai dengan warna dan bentuk objek aslinya.

"Saya adalah pelukis semu aliran. Di pameran ini saya memamerkan 3 karya lukisan bertema Palestina. Tahap penyelesainnya ada yang seminggu hingga sebulan," kata Asep.

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved