Setelah Ditimbun, Untuk Kelima Kalinya Arkeolog Kembali Mengeskavasi Candi Ronggeng di Ciamis

Sepuluh orang arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung melakukan eskavasi (penggalian) di kawasan Candi Ronggeng

Setelah Ditimbun, Untuk Kelima Kalinya Arkeolog Kembali Mengeskavasi Candi Ronggeng di Ciamis
istimewa
Eskavasi Candi Ronggeng di Kabupaten Ciamis 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sepuluh orang arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung melakukan eskavasi (penggalian) di kawasan Candi Ronggeng di Dusun Kedung Bangkong RT 31/09, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

 Penggalian arkeologi (eskavasi) yang dipimpin  arkeolog Nanang Saptono MIL dan Endang Widiastuti tersebut berlangsung pada 18 Juni-1 Juli 2019. Ada 11 titik yang digali di situs yang berlokasi di sisi Sungai Ciseel tersebut.

“Ini eskavasi yang kelima kalinya yang telah dilakukan untuk mengungkap keberadaan situs Candi Ronggeng,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudpora Ciamis, Dede Hermawan yang didampingi Kasi Museum dan Kepurbakalaan Tetet Widiawati kepada Tribun, Jumat (28/6/2019).

Sebelumnya sudah pernah dilakukan survei dan eskavasi oleh Puslit Arkeologi Nasional,  BPCB  Serang dan Muskala Bandung/Balai Arkeologi Jabar ( Balar Bandung) pada tahun 1977, 1978, 1983 dan 1999.  Dengan temuan berupa batu-batu candi,  lingga, dan arca nandi.

Tahun 2016 juga pernah dilakukan  penggalian mandiri oleh juru pelihara Candi Ronggeng, Rahman yang menemukan batu susun dan batu mirip gong yang diduga stupa di kedalaman 1,5 meter.

Lokasi penggalian berada di tapal batas Desa Sukajaya dan Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican. Hasil temuan tersebut kemudian ditutup lagi.

“Eskavasi yang dilakukan oleh arkeolog dari Balar Bandung atas permohonan kami tahun 2016,” katanya.

Kotak Amal Sebuah Masjid di Jatiluhur Purwakarta Dibobol Maling, Duitnya Tinggal Rp 100 Ribu

Dari 11 titik galian eskavasi dengan kedalaman rata-rata 2 meter tersebut, menurut Dede, ditemukan  struktur batu bersusun yang diduga sisa bangunan candi dan yoni serta serpihan arca. Sebelas titik eskavasi itu berada di lokasi inti seluas 20 bata ( 1 bata = 14 m2) dari areal total kawasan seluas  400 bata.

“Penggalian sudah selesai, rencana besok (Sabtu, 29/6) ini akan ditimbun kembali. Untuk pengamanan, agar temuan tidak hilang. Seperti beberapa kali eskavasi sebelumnya hasil temuannya ditimbun kembali. Kecuali eskavasi tahun 1885, temuan berupa arca nandi kini disimpan di Museum Situs Karangkamulyaan  ,” ujar Tetet Widiawati.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved