Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya

Pemkab Bandung mewacanakan mengubah status Gunung Wayang menjadi Taman Hutan Raya (Tahura).

Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Gunung Wayang yang menjadi hulu Sungai Citarum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pemkab Bandung mewacanakan mengubah status Gunung Wayang menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Namun wacana tersebut masih membutuhkan kajian secara komprehensif dari seluruh stakeholder.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana, usai acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kawasan Pelestarian Alam di Kabupaten Bandung di Bale Winaya Soreang beberapa waktu lalu.

"Tentunya ini memerlukan kajian-kajian yang lebih mendalam, komprehensif dan integral dari seluruh stakeholder," ujarnya.

Kajian ini sangat diperlukan, agar pada saat tahura ini terbentuk, pengelolaannya lebih terpadu serta berbasis ekonomi kerakyatan. Menurutnya jika pemerintah pusat mendukung wacana ini, dan menunjuk otoritas pengelola yang ditentukan melalui peraturan perundangan, maka pengelolaannya diharapkan akan lebih terpadu.

"Intinya, merubah status namun perekonomian dan penghidupan masyarakat akan tetap terjamin dan menjadi prioritas," katanya.

Tukang Ledeng dari Kabupaten Bandung jadi Juara Umum Porpamda VI Jawa Barat

Wacana ini juga masih terkait dengan upaya pemulihan Sungai Citarum hingga harus disikapi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Terlebih lagi ada delapan kabupaten kota yang dilintasi sungai tersebut, yaitu Kabupaten Bandung, Sumedang, Cianjur, Purwakarta, Bogor dan Karawang serta Kota Bandung dan Cimahi.

"Jadi harus ada intervensi pemerintah pusat dan provinsi baik dari segi anggaran, kebijakan maupun peraturan, dan harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder dan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya Bupati Bandung Dadang Naser kerap mengimbau warga terutama para petani di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, untuk memperhatikan pola tanam. Seperti lahan di kemiringan harus ada sengkedan, tidak menanam sayuran di kemiringan lebih dari 30 derajat.

"Kemudian pengaturan pola tanam dengan memperhatikan sabuk gunung yaitu dengan menanam pohon keras. Pola tanam ini secara teknis diberikan oleh penyuluh-penyuluh pertanian. Jadi poin pentingnya pertanian jalan, kelestarian alam juga tetap terjaga," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved