Pilpres 2019

MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi, Pengamat Politik Sebut 2 Hal Penting, Masih Soal Kecurangan

BPN dinilai telah cukup baik dalam menarasikan dalil keberatan, hanya saja, imbuhnya, majelis hakim memerlukan bukti yang menguatkan narasi itu

MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi, Pengamat Politik Sebut 2 Hal Penting, Masih Soal Kecurangan
Tribunjabar.id/Hilda Rubiah
Pengamat Politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hasil sengketa Pilpres di meja persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) telah berakhir.

MK telah memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandi, Kamis (27/6/2019) petang.

Pengamat Politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah, mengatakan dari hasil pitusan tersebut terdapat dua hal kesimpulan.

Pertama, hasil putusan tersebut sebagai rekonsiliasi publik bahwa proses Pilpres 2019 telah usai.

Kedua, putusan tersebut sebagai legitimasi bahwa Pemilu berjalan sesuai koridor.

Dikatakan Dedi, paling tidak di meja persidangan MK semua tuduhan kecurangan yang berimbas pada selisih suara tidak terbukti.

Daftar Lengkap 21 Gugatan Prabowo-Sandi yang Ditolak MK, dari TPS Siluman sampai Suara Prabowo 0

Bagaimana Nasib Koalisi Adil dan Makmur usai Putusan MK? Ini Jawaban Prabowo

"Jadi semuanya harus menerima sebagai bentuk kedewasaan demokrasi," ujar Pengamat Politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah, kepada Tribun Jabar, Jumat (28/6/2019).

Adapun menurut Dedi, hasil persidangan tidak menargetkan menolak keseluruhan permohonan BPN.

BPN dinilai telah cukup baik dalam menarasikan dalil keberatan, hanya saja, imbuhnya, majelis hakim memerlukan bukti yang menguatkan narasi itu, dan BPN sepanjang persidangan tidak cukup kuat membuktikan.

Dedi mengatakan, dalam hal ini juga tidak lantas meniadakan kecurangan dalam Pilpres 2019, bisa jadi kecurangan itu ada namun sebatas kecurangan minor.

Kecurangan minor yang lebih bersifat administratif dan teknis, semisal kesalahan input, atau kerusakan alat-alat pemilu, atau lain sebagainya.

Ditanya Mengenai Pertemuan dengan Jokowi Usai Putusan MK, Ini Kata Prabowo

Fakta Usai Putusan MK terkait Sengketa Pilpres 2019, Akan Dibawa ke Peradilan Internasional

"Itu sudah diulang di beberapa tempat, dan juga bukan wewenang MK, tetapi wewenang bawaslu yang lebih relevan," ujarnya.

Menurut Dedi, kecurangan barangkali ada, tapi mungkin tidak sampai pada konsep terstruktur, sistematis dan masif (TSM), sebagaimana yang dituduhkan, katanya.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved