Kartu Prakerja, Janji Jokowi Bila Terpilih Lagi Jadi Presiden, Benarkah Beri Gaji pada Pengangguran?

Oleh sebab itu, Jokowi sebagai presiden terpilih akan menjalankan program yang telah ia janjikan saat kampanye.

Kartu Prakerja, Janji Jokowi Bila Terpilih Lagi Jadi Presiden, Benarkah Beri Gaji pada Pengangguran?
Kolase Tribun Jabar/Kompas TV
Kartu Prakerja janji Jokowi dan Maruf Amin 

TRIBUNJABAR.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Joko Widodo (Jokowi)- Maruf Amin sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.

Penetapan tersebut disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan oleh pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Putusan tersebut disepakati oleh sembilan hakim MK tanpa ada perbedaan atau dissenting opinion.

Oleh sebab itu, Jokowi sebegai presiden terpilih akan menjalankan program yang telah ia janjikan saat kampanye.

Satu di antaranya adalah program kartu 'sakti', yakni Kartu Prakerja.

Selama berkampanye di hadapan pendukungnya, Jokowi menegaskan kartu tersebut akan dilaksanakan pada 2020, apabila ia bersama Maruf Amin memenangkan Pipres 2019.

"Tiga kartu ini akan dimulai tahun depan. Karena ini adalah program saya sebagai capres. Jadi, ya dianggarkan tahun ini dan dikeluarkannya tahun depan," ucap Jokowi di Taman Bukit Gelanggang pada Maret lalu, dikutip dari Kompas.com.

Adapun Kartu Prakerja diberikan pada mereka yang baru lulus SMK, SMA, perguruan tinggi, dan yang mau masuk dunia kerja.

Program tersebut memberikan pelatihan bagi masyarakat yang akan terjun ke dunia kerja.

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia.
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho via Kompas.com)

"Ini untuk lulusan SMK, SMA, kuliah, yang mau masuk ke dunia kerja. Dia masuk ke BUMN dulu, ke kementerian dulu, ke BLK dulu, akan di-training di dalam maupun luar negeri. Kalau sudah di-training, bisa mudah masuk kerja dan yang belum dapat kerja akan diberikan insentif," ujar Jokowi.

Halaman
1234
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved