Jokowi akan Jadi Presiden Lagi, Bagaimana Nasib Jabar di Tangan Jokowi yang Kalah di Jabar

Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan

Jokowi akan Jadi Presiden Lagi, Bagaimana Nasib Jabar di Tangan Jokowi yang Kalah di Jabar
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Jokowi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6). Dengan demikian, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinyatakan akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Pada penyelenggaraan Pilpres 2019 di Jawa Barat, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli Joko Widodo-Maruf Amin, dengan 16.077.446 suara mengungguli 10.750.568 suara, atau pasangan 01 meraih 40,07 persen suara, sedangkan pasangan 02 meraih 59,93 persen suara di Jawa Barat.

Di bawah pemerintahan yang akan dipimpin Joko Widodo-Ma'ruf Amin, bagaimanakah nasib pembangunan di Jawa Barat yang sebagian besar pemilihnya tidak memilih pasangan ini di Pilpres 2019.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Firman Manan mengatakan walaupun pasangan Jokowi-Amin ini tidak menang di Jawa Barat, pembangunan akan tetap berlangsung di Jabar sesuai dengan visi dan misinya memimpin Indonesia.

"Kalau kita lihat lima tahun kemarin saja, perhatian Presiden Jokowi terhadap Jabar terbilang besar. Kalau tidak salah ada 30 proyek strategis nasional di Jabar. Secara populasi bagaimana pun populasi terbesar ada di Jabar. Jadi pemerintahan Jokowi akan tetap menjalankan program prioritas di Jabar, walau periode kemarin pun kalah di Jabar," kata Firman saat dihubungi, Jumat (28/6/2019).

Pemprov Jabar Siapkan Rp 14 Miliar untuk Siswa SMA/SMK dari Keluarga Miskin, Seorang Rp 2 Jutaan

Jika berkaca pada Pilpres 2014, katanya, saat Jokowi menang secara nasional mengungguli Prabowo yang menang di Jawa Barat, dalam lima tahun ini buktinya Jokowi dan pemerintahannya tetap menjadikan Jabar sebagai prioritas program-programnya.

"Walaupun kekalahan Jokowi di Jabar kemarin (Pilpres 2019) sama kayak Pilpres 2014, saya kira tidak akan memengaruhi komitmen Presiden Jokowi terhadap pembangunan di Jabar yang akan tetap tinggi," katanya.

Firman mengatakan bahwa pada periode sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan merupakan lawan politik Jokowi. Jika Jokowi hanya menjadikan politik sebagai dasar pembangunan, Jokowi tidak akan segencar lima tahun belakangan ini membangun Jabar.

"Sekarang ada variabel lain, Gubernur Jabar kali ini, Ridwan Kamil, punya kedekatan secara personal dengan Jokowi, itu akan menentukan juga. Sejauh ini Ridwan Kamil proaktif membangun koordinasi baik dengan pemerintah pusat. Makanya optimis, lima tahun ke depan pemerintah pusat tetap akan prioritaskan pembanguan di Jabar," katanya.

Pemilihan Kuwu Serentak di Kabupaten Cirebon Akan Diikuti 177 Desa

Jokowi dalam pidatonya setelah pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi pun, katanya, menyatakan akan menjadi presiden semua warga Indonesia, baik yang memilihnya ataupun yang tidak memilihnya pada Pilpres 2019.

"Itu memang komitmen yang sudah disampaikan Jokowi dalam pidato tadi malam (setelah putusan Mahkamah Konstitusi), akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, yang memilih maupun yang tidah memilih. Saya pikir komitmen itu yang harus jadi perhatian," katanya.

Pada periode pertamanya, kata Firman, pemerintahan di bawah Jokowi tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur di Jabar, termasuk mendorong semaksimal mungkin operasional Bandara Kertajati yang diinisiasi Pemprov Jabar.

"Mau siapapun yang menginisiasi project itu, sepanjang memang dibutuhkan masyarakat, seperti Bandara Kertajati, itu menjadi salah satu prioritas Jokowi. Ini salah satu contoh Jokowi berkomitmen menjaga infrastruktur di Jabar supaya jadi lebih baik. Ada tindakan konkrit yang Jokowi lakukan supaya Kertajati jadi berfungsi dengan baik," ujarnya.

Jika dilihat dari visi dan misi Jokowi-Amin lima tahun ke depan, katanya, pemerintahan ini akan menyelesaikan berbagai program infrastruktur di Jabar, dari mulai Pelabuhan Patimban, optimalisasi Bandara Kertajati, dan berbagai pembangunan infrastruktur jalan tol yang belum rampung.

"Yang menarik pada periode kedua ini, pemerintahan Jokowi akan menaruh prioritas pada pembangunan sumber daya manusia. Saya pikir kalau infrastruktur lebih kepada menyelesaikan proyek-proyek yang masih proses, karena belum semua selesai di periode pertama Jokowi," katanya.

Harga Ayam Hidup di Peternak di Majalengka Hanya Rp 7 Ribu Per Kg, Anjlok Setelah Lebaran

Pada periode kedua ini, katanya, Jokowi diprediksi akan melakukan pembangunan sumber daya manusia seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar masyarakat.

Langkah selanjutnya yang harus diambil Jabar, katanya, adalah bagaimana Pemerintah Provinsi Jabar dan pemerintah di 27 kabupaten dan kota di Jabar berkomitmen melakukan kolaborasi dengan program pemerintah pusat.

"Jangan sampai jadi problem, saat pemerintah pusat punya program, tapi tidak selaras dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Ini yang jadi masalah. Kalau terkoordinasi baik, akan sangat meningkatkan pembangunan," ujarnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved