Harga Ayam BR di Ciamis Mulai Naik, tapi Masih Jauh dari Harga Pokok Produksi

Harga ayam BR di tingkat peternak jatuh tersungkur sampai Rp 8.000/kg tersebut menurut Otong tidak hanya terjadi di Jabar

Harga Ayam BR di Ciamis Mulai Naik, tapi Masih Jauh dari Harga Pokok Produksi
Tribunjabar/Andri M Dani
Sejumlah peternak di Ciamis memilih membagi-bagikan ayam secara gratis kepada warga, kepada pengguna jalan yang tengah melintas di Jl Mr Iwa Kusumahsumantri Kompleks Perkantoran Kertasari, Kabupaten Ciamis, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Dalam dua hari ini harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di Ciamis naik dari Rp 8.000 jadi Rp 9.000/kg untuk ayam ukuran besar (diatas 2 kg/ekor atau Up 2kg) dan Rp 13.000 untuk ayam ukuran kecil ( berat 1 kg sampai 1,2 kg/ekor).

“Dalam dua hari ini ada kenaikan rata-rata Rp 1.000 tiap kg-nya. Ayam BR besar (Up 2 kg) naik dari Rp 8.000/kg jadi Rp 9.000/kg. Sedangkan ayam kecil (berat 1 sampa 1,2 kg/ekor ) Rp 13.000/kg,” ujar Sekdis Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, H Otong Bustomi SPt MP kepada Tribun Kamis (27/6).

Meski ada kenaikan rata-rata Rp 1.000 tiap kg-nya menurut Otong harga ayam di tingkat peternak di Ciamis sebagai sentra perunggasan rakyat di Jabar masih di bawah harga pokok produksi (HPP/BPP).

“Masih jauh di bawah HPP. HPP ayam BR kisaran Rp 17.500-Rp 18.000/kg,” katanya.

Harga ayam BR di tingkat peternak jatuh tersungkur sampai Rp 8.000/kg tersebut menurut Otong tidak hanya terjadi di Jabar, tetapi juga di Jateng, DIY dan Jatim.

”Kami sempat melakukan perjalanan koordinasi ke Blitar dan Kediri, ternyata disana harga ayam BR di tingkat peternak jauh lebih rendah, hanya Rp 7.000/kg,” jelas Otong.

Anjloknya harga ayam ras pedaging BR yang terjadi sejak pasca lebaran tersebut katanya akibat oversuplai, stok ayam berlebihan masuk pasar.

Selain over suplai, pasca lebaran ini juga terjadi penurunan permintaan.

Salah satu penyebabnya adalah banyaknya alokasi pengeluaran keluarga untuk biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.

Otong sendiri mengaku sudah mendapat informasi adanya peternak di Ciamis yang memilih membagi-bagikan ayam kepada warga secara gratis.

“Hal serupa beberapa hari lalu juga dilakukan peternak di Jogjakarta, Jateng dan Jatim,” katanya.

Mungkin saja hal tersebut bentuk protes dari peternak atas anjoknya harga ayam sementara biaya produksi tetap tinggi.

“Dijual malah rugi karena harganya murah. Dibiarkan di kandang, biaya produksi tentu akan membengkak, ayam tetap harus diberi pakan sementara harga pakan mahal. Kondisinya serba sulit. Ya akhirnya ada peternak yang memilih membagi-bagikan ayamnya secara gratis, disedekahkan. Mudah-mudahan dapat pahala,” ujar Otong (andri m dani)   

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved