Balita di Sumedang Terkena HIV/Aids, Tertular dari Orangtuanya, Kini Sudah 33 Orang Postif HIV/Aids

Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang

Balita di Sumedang Terkena HIV/Aids, Tertular dari Orangtuanya, Kini Sudah 33 Orang Postif HIV/Aids
DOKUMENTASI TRIBUN BALI
illustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang menemukan kasus baru penderita HIV berusia empat tahun.

Bayi dibawah lima tahun (Balita) penderita HIV itu teridentifikasi saat dilakukan pendataan rentang Januari-Mei 2019.

Kepala Sekretariat KPA Sumedang Retno Ernawati mengatakan, angka penyebarannya sudah dalam posisi yang mengkhawatirkan.

“Data Januari-Mei 2019 ada kasus baru HIV di Sumedang, sebanyak 33 orang. Satu diantaranya adalah anak berusia empat tahun,” kata Retno di sekretariat KPA, Jumat (28/6/2019).

Menurutnya dari hasil pendataan, balita itu tertular virus yang menyerang kekebalan tubuh itu dari orangtuanya yang penderita HIV.

“Suaminya yang menularkan ke istrinya kemudian anak itu juga tertular,” kata Retno.

Gara-gara Paman Sering Bergunjing Soal Pemberian dan Pukul Ibunya, Nando Nekat Bunuh Sang Paman

Menurutnya, penanggulangan HIV/Aids harus menjadi komitmen bersama. “Mulai dari diri sendiri, keluarga dan pemangku kebijakan," katanya.

Di Sumedang setiap tahun selalu ditemukan kasus baru penderita HIV. Sebelumnya penyebaran HIV/Aids paling banyak dari pemakai narkoba pengguna jarum suntik (penasun).

Namun sekarang penyebaran HIV bergeser, paling banyak yang menyebarkan HIV/Aids adalah kalangan lelaki suka lelaki (LSL).

“Dari jumlah kumulatif yang pernah mendapat perawatan sebanyak 342, resiko LSL paling tinggi, yakni 104 kasus,” kata Wakil Kepala Sekretariat KPA Sumedang, Nandang Suherman.

Wali Kota Resmikan Kampung Ramah Anak Budak Capetang, Targetkan 2020 Kota Tasikmalaya Ramah Anak

Kemudian disusul wanita pekerja seks sebanyak sembilan kasus, transgender atau waria dan penasun masing-masing 6 kasus.

"Masalah terbesar memang penyuka sesama jenis, lelaki suka lelaki yang berada rentang usia remaja,” katanya.

Menurutnya, KPA dan semua pemangku kepentingan harus selalu bersemangat dan tidak boleh menyerah untuk menyelamatkan generasi muda.

Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved