UPDATE Dugaan Pemalsuan Ijazah Pelawak Qomar, Surat Keterangan Lulus S2 dan S3 Dibuat Sopir

Kasus dugaan pemalsuan ijazah yang menjerat Nurul Qomar bermula dari Surat Keterangan Lulus (SKL) S2 dan S3. Ternyata SKL itu dibuat oleh sopir.

UPDATE Dugaan Pemalsuan Ijazah Pelawak Qomar, Surat Keterangan Lulus S2 dan S3 Dibuat Sopir
Tribunnews
Nurul Qomar atau Qomar, komedian sekaligus politikus dan akademisi. Qomar tersandung kasus dugaan ijazah palsu. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kasus dugaan pemalsuan ijazah yang menjerat pelawak kondang anggota grup lawak Empat Sekawan, Nurul Qomar, berawal dari surat keterangan lulus (SKL) yang digunakan dia dalam pencalonan sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada 2017.

SKL S2 dan S3 Qomar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut diduga dipalsukan oleh Qomar.

Menurut KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno, SKL dibuat sendiri oleh Qomar. "SKL itu dibuat oleh sopirnya atas perintah Komar," kata Triyatno setelah pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Rabu (26/6).

Hal itu didukung oleh ketidakmampuan Qomar menunjukkan ijazah S2 (magister) dan S3 (doktor) saat diminta pihak Yayasan UMUS saat dia menjabat rektor UMUS.

Kuasa hukum UMUS Tobidin Sarjum mengatakan dugaan pemalsuan ijazah tersebut berawal saat akan dilakukan prosesi wisuda mahasiswa pada November 2017. Saat itu, pihak Kopertis meminta Yayasan UMUS menyerahkan ijazah S2 dan S3 rektor sebagai persyaratan.

Kabar terbaru Nurul Qomar, Sidang Kasus Pemalsuan Ijazahnya Akan Digelar Pekan Depan

Pihak Yayasan UMUS kemudian menghubungi Komar. Namun, menurut Tobidin, Qomar tak dapat menunjukkan ijazah tersebut dan mengaku ijazah tersebut masih dalam proses. Pihak UMUS kemudian mengirim surat ke Universitas Jakarta, di Jakarta.

"Katanya dia mengambil S2 dan S3 di UNJ. Kami menanyakan itu. Jawaban (UNJ) belum lulus," ujar Tobiddin. Atas dasar itu, UMUS Brebes melaporkan kasus tersebut ke Polres Brebes atas dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 pada Desember 2017.

Nurul Qomar
Nurul Qomar (TRIBUN BOGOR)

Pengacara Qomar, Furqon Nurjaman, mengatakan Qomar lulus S1 Pendidikan Dasar di UNJ.

Kemudian Komar melanjutkan S2 Magister Manajemen di Universitas Kristen (Unkris) Dwipayana, Jakarta. Setelah lulus dari Unkris Dwipayana, Qomari melanjutkan kuliah S3 di UNJ dan mengambil program Pendidikan Dasar.

Soal Qomar, UNJ Mengaku Tak Pernah Keluarkan Surat Keterangan Lulus

"Karena ingin menjadi dosen dan guru besar, dia kuliah lagi S3 di UNJ. Namun tidak bisa karena pendidikannya tidak linear. Disarankan oleh pihak kampus agar kuliah lagi S2 dan mengambil jurusan yang linear yaitu Manajemen Pendidikan Dasar," ujar Furqon.

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved