Irigasi Peninggalan Belanda Jebol, Warga 9 Desa Gotong Royong Bentuk Sodetan

Gotong royong dilakukan warga dengan cara manual menumpuk batu sungai dan membentuk saluran air baru.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril
Sekitar 3.000 warga di sembilan desa tak mau menunggu proses perbaikan yang diperkirakan baru efektif pada 2021 nanti. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Jebolnya bendung irigasi peninggalan Belanda membuat sumur warga di sembilan desa yang teraliri air mulai mengering.

Sembilan Desa itu yakni, Cikondang, Cihaur, Cimanggu, Sukamaju, Sukaraharja, Peuteuycondong, Cibaregbeg, Sukamanah, dan Cisalak.

Seorang warga Desa Cimanggu, Ali Hilman (38), mengatakan karena sumur mulai mengering warga akhirnya terpaksa pergi ke sungai untuk keperluan MCK.

"Jarak dari rumah ke sungai sekitar satu kilometer, karena sumur mulai mengering jadi kami banyak yang memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari," katanya.

Warga sangat berharap bantuan dan perbaikan bendung irigasi segera dilakukan oleh pemerintah.

Bendung irigasi peninggalan Belanda jebol dan hancur di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Jebolnya irigasi yang mengairi 1.007 hektare sawah sangat terasa di saat memasuki awal musim kemarau sekarang.

Tak hanya sawah, sumur warga di sembilan desa yang teraliri irigasi sudah mulai mengering.

Jebolnya bendung irigasi yang terjadi secara bertahap sejak empat bulan lalu ini sudah dilaporkan kepada presiden dan Gubernur Jawa Barat.

Sekitar 3.000 warga di sembilan desa tak mau menunggu proses perbaikan yang diperkirakan baru efektif pada 2021 nanti.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved