Pilpres 2019

Ditanya Soal Kesiapan Kalah di MK, Jubir BPN Tak Jawab Secara Gamblang, Penonton pun Bersorak

Andre Rosiade enggan menjawab secara gamblang saat ditanya soal kalah-menang di Mahkamah Konstitusi.

Ditanya Soal Kesiapan Kalah di MK, Jubir BPN Tak Jawab Secara Gamblang, Penonton pun Bersorak
Trans 7
Andre Rosiade dan Najwa Shihab di acara Mata Najwa 

TRIBUNJABAR.ID - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Andre Rosiade, enggan menjawab secara gamblang saat ditanya soal kalah-menang di Mahkamah Konstitusi.

Jubir BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Andre Rosiade, ditanya oleh Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

Awalnya, Jubir BPN, Andre Rosiade mengatakan, Prabowo dan Sandiaga Uno mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi bukan soal kalah atau menang.

"Publik harus tahu, Pak Prabowo dan Bang Sandiaga Uno datang ke MK bukan soal menang kalah tapi bagaimana kita memperbaiki kualitas pemilu kita," ujar Andre Rosiade, dilansir TribunJabar.id dari tayangan di kanal Youtube Mata Najwa, Kamis (27/6/2019).

Saat Andre memberikan penjelasan, Najwa Shihab kemudian bertanya.

Gugatan Tim BPN Prabowo-Sandi Ditolak MA, Objek Perkara Disebut Keliru, MA Tak Berwenang Mengadili

"Bukan menang atau kalah, jadi kalau kalah tidak apa-apa ya?" ujar Najwa Shihab.

Andre tak menjawab secara gamblang.

Ia sempat terdiam beberapa saat.

Kemudian, penonton di acara tersebut terdengar bertepuk tangan, lalu bersorak.

"Dari awal Pak Prabowo tidak mau ke MK, tapi karena memang masyarakat menuntut kepada Prabowo - Sandi: ayo dong Pak maju ke MK ini kecurangan luar biasa. Jadi sehingga Pak Prabowo maju ke MK."

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin jalannya sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam sidang sengketa pilpres ini, Komisi Pemilihan Umum menjadi pihak termohon; pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menjadi pihak terkait; dan Badan Pengawas Pemilu menjadi pihak pemberi keterangan.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin jalannya sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam sidang sengketa pilpres ini, Komisi Pemilihan Umum menjadi pihak termohon; pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menjadi pihak terkait; dan Badan Pengawas Pemilu menjadi pihak pemberi keterangan. (Kompas/Wawan H Prabowo)
Halaman
1234
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved