Kajian

Amalan Sunah Malam Jumat, Benarkah Hubungan Intim Suami Istri Sunah Rasulullah? Ini Penjelasannya

Hari istimewa, malam Jumat atau hari Jumat telah tiba. Banyak amalan sunah Rasulullah Muhammad SWT berpahala besar. Hubungan suami istri, termasuk?

Amalan Sunah Malam Jumat, Benarkah Hubungan Intim Suami Istri Sunah Rasulullah? Ini Penjelasannya
shutterstock
Cincin pernikahan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hari yang istimewa, malam Jumat atau hari Jumat telah tiba.

Seiring masuknya hari Jumat atau malam Jumat, banyak canaan yang diungkapkan oleh orang-orang yang sudah menikah atau suami istri.

Candaan itu bisanya berupa kalimat, "malam Jumatan neh," "Malam Jumat, sunah Rasul," "Sudah malam Jumat lagi neh, tugas Sunah Rasul."

Candaan itu merujuk pada aktivitas hubungan suami istri atau hubungan seks suami isti yang dilakukan di malam Jumat.

Benarkah berhubungan suami istri atau hubungan seks di malam Jumat adalah amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SWT?

Dikutip dari laman konsultasisyariah.com, Ustaz Badullah Zaen MA menjawab pertanyaan soal banyaknya pendapat bahwa berhubungan intim suami istri di malam Jumat adalah sunah Rasulullah Muhammad SAW.

[Video] Amalan Sunah Istimewa Hari Jumat, Ceramah Abdul Somad, Khalid Basalamah, Syekh Ali Jaber

Ustaz Abudllah Zaen mengatakan, belum pernah menemukan ayat Alquran maupun hasis sahih yang menganjurkan melakukan hubungan intim suami istri di malam Jumat.

Menyangkut amalan istimeda di hari Jumat, memang ada anjuran melakukan sejumlah amalan ketika mendatangi hari Jumat. Namun tidak menyebutkan soal amalan berhubungan intim di malam Jumat.

من اغتسل يوم الجمعة وغسّل وغدا وابتكر ومشى ولم يركب ودنا من الإمام وأنصت ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة

“Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani)

Halaman
1234
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved